Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan tanggapan terhadap pidato politik yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Sabtu, 5 September 2026. Dalam pidato tersebut, AHY mengangkat sejumlah isu penting serta memberikan kritik konstruktif terkait dinamika demokrasi dan pemerintahan saat ini.
Tanggapan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo di hadapan ribuan kader Partai Demokrat pada acara perayaan 25 tahun berdirinya partai di Indonesia Arena, yang berlangsung pada Rabu malam, 9 September 2026. Dalam sambutannya, Prabowo menyatakan, “Hari ini kehormatan besar bagi saya, pidato ketum saudara luar biasa, sangat baik, sangat lengkap, dan anda tahu kalau saya bicara tidak pakai teks, bicara dari hati saya. Pidato beliau sistematis, dan pidato beliau tegas, memang kemarin itu ada kalangan yang menilai pidato AHY beberapa hari lalu katanya adalah kritik tajam.”
Presiden Prabowo melanjutkan, “Tapi saudara-saudara, memang bangsa yang besar, yang sudah memilih jalan demokrasi, harus berterima kasih atas kritik dan koreksi.” Ungkapan tersebut disambut meriah oleh para kader yang hadir, menunjukkan apresiasi mereka terhadap pandangan yang dikemukakan oleh pemimpin mereka.
Lebih lanjut, Prabowo menggarisbawahi bahwa AHY dengan jelas menyampaikan niat baiknya serta tujuan Partai Demokrat, yaitu untuk bekerja bersama demi kepentingan rakyat. Ia juga memberikan pujian kepada tema yang diusung dalam perayaan ulang tahun Partai Demokrat, yang berfokus pada kemajuan ekonomi rakyat, penegakan keadilan, dan pelestarian demokrasi. Baginya, semua hal tersebut merupakan tanggung jawab kolektif yang harus diperjuangkan secara bersama-sama.
“Saya terima kasih dukungan Partai Demokrat, 2019-2024, sampai Presiden SBY turun ke lapangan, turun bersama-sama berkampanye, karena kita punya cita-cita dan prinsip yang sama,” ungkap Prabowo, menunjukkan rasa syukurnya atas dukungan yang diperolehnya dari partai yang dipimpin oleh AHY. Presiden juga menegaskan pentingnya kolaborasi serta kerja sama antara partai dalam mencapai visi bersama untuk bangsa.
Presiden Prabowo juga memberikan penghormatan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Presiden sekaligus pendiri Partai Demokrat, yang setelah masa jabatannya memutuskan untuk tetap aktif dalam politik dengan mendirikan partai. Ia pun membagikan pengalaman pribadinya dalam membangun partai Gerindra meski harus menghadapi berbagai tantangan dan kegagalan selama empat kali pemilu. “Pak SBY seperti disampaikan Mas AHY, Demokrat pernah menang, pernah tidak menang, pernah di puncak, pernah di pemerintahan, tapi saat tidak di pemerintahan tidak mencaci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar,” ujar Prabowo, yang kembali mendapatkan sambutan hangat dari para hadirin.
Prabowo melanjutkan dengan menyatakan, “Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima, ya sudah kita maju lagi, ini demokrasi Indonesia, macam-macam warna, bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi, menyampaikan yang mungkin tidak enak disampaikan, tapi kita tetap rukun, bersahabat, berkeluarga, ini yang harus kita pegang.” Pernyataan tersebut menggambarkan komitmennya terhadap prinsip-prinsip demokrasi yang inklusif, di mana persaingan politik dapat dilakukan dengan tetap menjaga keharmonisan antar partai politik.

Komentar