Partai Gerindra baru-baru ini memberikan tanggapan atas hasil survei yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia, yang menunjukkan bahwa partai ini memiliki elektabilitas tertinggi di antara partai politik lainnya.
Juru Bicara DPP Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menekankan bahwa partainya tidak ingin terjebak dalam rasa puas diri terhadap hasil survei tersebut.
Sugiat juga menyatakan bahwa Gerindra menghormati semua partai politik sebagai elemen penting dalam proses demokrasi. Ia menambahkan, perubahan dalam tingkat elektabilitas dapat terjadi seiring dengan dinamika politik dan persepsi masyarakat yang berubah-ubah.
“Kami menyadari bahwa tingkat elektabilitas dapat berubah seiring dengan dinamika dan persepsi masyarakat. Karena itu, yang paling penting bagi Gerindra adalah terus menjaga kepercayaan tersebut,” ungkap Sugiat saat dihubungi pada Rabu (23/9/2026).
Sugiat menegaskan bahwa hasil survei pada dasarnya mencerminkan keadaan yang terjadi pada saat jajak pendapat dilakukan, dan ia tidak menganggap angka elektabilitas sebagai sesuatu yang permanen.
“Survei adalah potret pada satu momentum. Sementara bagi kami, kepercayaan rakyat adalah amanah yang harus dijaga setiap hari,” ujarnya.
Meski begitu, Gerindra menyambut baik hasil survei yang diperoleh dari Poltracking. Sugiat menambahkan bahwa temuan tersebut seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus berjuang dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat.
“Kami tidak ingin menjadikan hasil survei sebagai alasan untuk berpuas diri. Justru ini menjadi pengingat bagi seluruh kader agar terus bekerja, hadir di tengah masyarakat,” jelasnya.
Berdasarkan survei Poltracking Indonesia, Partai Gerindra mencatat tingkat elektabilitas sebesar 23,2 persen. Angka ini mengungguli PDI Perjuangan yang memperoleh 11,6 persen dan Partai Golkar dengan 10,4 persen.
Di bawah ketiga partai tersebut, PKB mencatat 6,2 persen dan Partai Demokrat sebesar 6,1 persen. Lebih jauh lagi, NasDem berada di angka 4,4 persen, diikuti PAN dengan 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, dan PPP 1,9 persen. Partai lain tercatat di bawah 1 persen.
Survei ini dilakukan Poltracking dengan metode stratified multistage random sampling. Pengumpulan data berlangsung dari 14 hingga 20 Agustus 2026, melalui wawancara tatap muka dengan 1.220 responden yang berasal dari 38 provinsi. Survei ini memiliki margin of error sekitar 2,9 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen.
Secara keseluruhan, hasil survei ini memberikan gambaran mengenai peta politik yang dinamis di Indonesia, di mana Gerindra menunjukkan posisi yang kuat. Namun, dengan kondisi yang selalu berubah, Sugiat dan partai lainnya menyadari pentingnya menjaga kepercayaan publik dan berinteraksi aktif dengan masyarakat.

Komentar