Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terkena dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya dalam menyediakan layanan dan distribusi air bersih di Kabupaten Sikka. Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, tersedianya air bersih adalah prioritas utama yang harus dipastikan untuk masyarakat yang mengalami bencana, terutama bagi mereka yang masih berada di lokasi pengungsian.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus kita pastikan tersedia, terutama bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana dan masih berada di pengungsian. Kementerian PU akan terus mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujar Dody Hanggodo.
Dukungan dalam bentuk penyediaan air bersih saat ini difokuskan di dua tempat, yaitu Desa Baopaat di Kecamatan Lela dan Gelora Samador, yang merupakan salah satu pusat lokasi pengungsian. Pelayanan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah situasi sulit pascagempa.
Di Desa Baopaat, pelayanan air bersih dilakukan di wilayah RT 08/RW 03 yang mencakup 48 kepala keluarga dengan total 192 jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Kementerian PU mengirimkan satu Mobil Tangki Air (MTA) dengan kapasitas 6.000 liter.
Sementara itu, di Gelora Samador, yang juga menjadi lokasi pengungsian terpusat, terdapat sekitar 1.305 jiwa atau 358 kepala keluarga yang sangat memerlukan layanan dasar selama mereka berada di pengungsian. Di lokasi ini juga telah dikirim sebanyak 6.000 liter air bersih melalui MTA.
Kementerian PU secara rutin melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan. Hal ini bertujuan agar dukungan infrastruktur dasar yang diberikan dapat sesuai dan tepat sasaran dengan kondisi serta kebutuhan warga yang terdampak bencana.
Dukungan ini mencerminkan komitmen Kementerian PU untuk terus hadir dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan proses pemulihan pascagempa dapat berjalan lebih cepat dan efektif, sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normalnya.
Sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur, Kementerian PU berupaya agar setiap intervensi yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana di masa mendatang.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat yang terdampak dapat merasa diperhatikan dan mendapatkan akses yang lebih baik terhadap kebutuhan dasar mereka, terutama air bersih, yang merupakan hak fundamental setiap warga negara.

Komentar