Film Laut Bercerita yang digarap oleh sutradara Yosep Anggi Noen membuka peluang bagi perfilman Indonesia untuk melangkah lebih jauh ke ajang Academy Awards atau Piala Oscar. Karya yang diadaptasi dari novel Leila S. Chudori ini terpilih untuk berkompetisi dalam kategori utama di Busan International Film Festival (BIFF) 2026.
Laut Bercerita akan bersaing dalam Main Competition BIFF guna merebut penghargaan Best Film. Kehadirannya di festival ini menjadi salah satu pencapaian penting bagi industri film Indonesia, terutama di festival bergengsi yang berlangsung di Asia.
Produser film, Gita Fara, menanggapi dengan positif pencapaian ini. Ia merasa senang karena Indonesia tidak hanya diwakili oleh satu film, melainkan dua film dalam festival tersebut. Gita menyatakan, “Kami juga sangat bersyukur dan juga sangat berbangga hati bahwa tahun ini Indonesia berpartisipasi tidak hanya satu film, Laut Bercerita, tapi ada dua film: Laut Bercerita dan Ibuku.”
Bagi Gita Fara, posisi Laut Bercerita dalam kompetisi utama BIFF memiliki makna yang dalam, terutama karena berkaitan dengan kesempatan untuk meraih penghargaan Oscar. Adanya dua film Indonesia yang ditampilkan menandakan bahwa industri perfilman tanah air semakin diperhitungkan di kancah internasional.
Dengan terpilihnya Laut Bercerita dan Ibuku di BIFF, hal ini menjadi tanda positif bagi perkembangan perfilman Indonesia. Tidak hanya menunjukkan kualitas karya yang dihasilkan, tetapi juga meningkatkan eksposur film Indonesia di mata dunia. Ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi para sineas lokal untuk berprestasi di kancah internasional.
Secara keseluruhan, film Laut Bercerita bukan hanya sekedar karya sinematik, tetapi juga merupakan simbol dari kemajuan perfilman Indonesia. Dengan dukungan yang semakin berkembang, harapan untuk mencapai puncak prestasi seperti Oscar semakin terbuka lebar.

Komentar