Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat langkah penanganan dampak musim kemarau yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Kegiatan ini mencakup pemenuhan kebutuhan air bersih untuk masyarakat yang terdampak kekeringan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman karhutla dan kekeringan terus ditingkatkan melalui koordinasi antara berbagai sektor. Hal ini juga mencakup memastikan tersedia infrastruktur dan sumber daya yang diperlukan untuk penanganan di lapangan.
“Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat,” jelas Menteri Dody.
Di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kondisi kemarau yang mengakibatkan rendahnya curah hujan berdampak pada penurunan ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat. Keadaan ini dirasakan oleh sekitar 115 kepala keluarga atau 230 jiwa yang berada di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan 10.000 liter air bersih/air minum. Bantuan ini diperuntukkan untuk kebutuhan minum, memasak, dan keperluan rumah tangga lainnya.
Selain masalah kekeringan, ancaman kebakaran hutan dan lahan juga meningkat seiring dengan kondisi kemarau yang melanda Kalimantan Selatan. Dalam menghadapi situasi ini, Kementerian PU melalui BWS Kalimantan III Banjarmasin melakukan penanganan di dua lokasi yang teridentifikasi rawan terjadi kebakaran.
Di Jalan Pemajatan, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, kebakaran melanda lahan seluas sekitar 6 hektare. Sementara itu, di Desa Trans Matang Hanau, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, area yang terbakar diperkirakan sekitar 3 hektare. Untuk mempercepat pengendalian api dan mencegah penyebaran kebakaran, BWS Kalimantan III Banjarmasin mengerahkan personel Satgas Penanggulangan Bencana beserta peralatan pemadam portabel ke lokasi-lokasi tersebut.
Upaya ini dilakukan untuk mengendalikan kebakaran serta menekan potensi dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat setempat. Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait dalam menanggapi dampak yang ditimbulkan oleh musim kemarau ini.
Langkah-langkah yang diambil ini bertujuan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus memperkuat pengendalian dan mitigasi bencana di wilayah yang terdampak. Dengan upaya yang terus ditingkatkan, diharapkan masyarakat dapat melewati masa-masa sulit ini dengan lebih baik.

Komentar