Gedung Dinas Teknis Abdul Muis yang berfungsi sebagai kantor Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis Nomor 66 mengalami kebakaran pada Jumat sore, 21 Agustus 2026. Kebakaran ini merupakan kejadian yang kedua kalinya dalam waktu dekat, setelah sebelumnya gedung yang sama dilanda api sekitar dua minggu lalu.
Api kali ini muncul di ruang arsip yang terletak di lantai 11. Komando Pusat Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 17.10 WIB dari Satgas Damkar Kelurahan Gambir.
Untuk menangani insiden ini, delapan unit mobil pemadam kebakaran serta 30 orang personel segera dikerahkan menuju lokasi kejadian. Petugas pemadam kebakaran tiba di tempat sekitar pukul 17.18 WIB dan mulai melakukan upaya pemadaman dua menit setelah kedatangan mereka.
Proses penanggulangan kebakaran berlangsung dengan cukup cepat. Tak lama setelah pemadaman dimulai, sekitar pukul 17.25 WIB, petugas berhasil melokalisasi api. Dalam laporan resmi, Command Center Damkar menyebutkan, “Petugas masih berupaya memadamkan dan mengurai material yang terbakar.”
Setelah api berhasil dilokalisasi, tim pemadam melanjutkan ke tahap pendinginan untuk memastikan bahwa tidak ada bara api atau titik panas yang dapat menyebabkan kebakaran kembali. Proses pendinginan dimulai sekitar pukul 17.30 WIB. Namun, proses ini menemui kendala ketika pompa gedung mengalami kerusakan. Meski demikian, petugas tetap berusaha untuk memastikan keamanan gedung dengan terus melakukan pemadaman dan pendinginan.
Setelah serangkaian upaya dilakukan, operasi penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada pukul 21.08 WIB. Hingga saat itu, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau luka akibat insiden tersebut. Penyebab kebakaran ini juga masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Kejadian kebakaran terbaru ini menjadi sorotan publik karena terjadi hanya dua minggu setelah kebakaran sebelumnya, yang juga melibatkan gedung yang sama pada 7 Agustus 2026. Pada kebakaran awal, api menghanguskan beberapa lantai, dari lantai 11 hingga lantai 15, dan satu orang pekerja yang terjebak di lantai 15 berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Kebakaran berulang ini menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan gedung, serta perlunya langkah-langkah perbaikan untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang. Apakah ada faktor tertentu yang menyebabkan kebakaran ini kembali terjadi? Tim penyidik akan terus bekerja untuk mengungkap penyebab pastinya.
Dengan serangkaian insiden ini, penting bagi pihak berwenang untuk mengevaluasi sistem keamanan dan pemadam kebakaran yang diterapkan di gedung-gedung pemerintahan. Upaya peningkatan infrastruktur dan peralatan pemadam kebakaran diharapkan dapat menjadi prioritas demi melindungi keselamatan pegawai dan publik yang berada di area tersebut.

Komentar