NASIONAL
Beranda / NASIONAL / Ekonomi Kreatif Menyerap 27,4 Juta Tenaga Kerja, Kementerian Ekraf Targetkan Peran Gen Z

Ekonomi Kreatif Menyerap 27,4 Juta Tenaga Kerja, Kementerian Ekraf Targetkan Peran Gen Z

Ekonomi Kreatif Menyerap 27,4 Juta Tenaga Kerja, Kementerian Ekraf Targetkan Peran Gen Z

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk memberikan dukungan bagi generasi muda dalam perannya sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Kerjasama ini menjadi fokus dalam acara Youth Talk Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang mengangkat tema “Kreasi Karya, Generasi Berdaya: Peran Anak Muda dalam Mendorong Inovasi dan Kewirausahaan.”

Menteri Ekraf dan Kepala Badan Ekraf Teuku Riefky Harsya menekankan bahwa generasi muda tidak seharusnya hanya menjadi penerima manfaat dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif, melainkan harus dijadikan sebagai aktor utama. Ia menjelaskan, “Generasi muda diposisikan bukan hanya sebagai sasaran pengembangan, namun diberikan peran sebagai aktor utama dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif.”

Dalam rangka memperkuat kolaborasi ini, Teuku Riefky menjelaskan bahwa kerja sama dengan BI mencakup banyak aspek, seperti pembiayaan kreatif yang dapat mendukung inovasi, digitalisasi yang memperluas akses pasar, dan pengembangan e-commerce yang memanfaatkan potensi lokal. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif telah menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja, di mana 63 persen di antaranya berasal dari generasi Z dan milenial.

Sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, dengan angka mencapai 7,38 persen. Pemerintah menargetkan untuk meningkatkan kontribusi ini menjadi 8 persen sebelum tahun 2029. Untuk mencapai target tersebut, berbagai langkah diambil, termasuk penguatan talenta, peningkatan pembiayaan, pembangunan infrastruktur, pengembangan pasar, serta insentif dalam kerangka Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045.

Deputi Gubernur BI, Thomas AM Djiwandono, mengemukakan bahwa salah satu tantangan utama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah regenerasi. Khususnya bagi usaha yang berbasis keterampilan dan budaya, regenerasi menjadi kunci keberlanjutan. Menurut Thomas, “Generasi muda memiliki modal besar untuk membawa produk berbasis budaya Indonesia menjadi semakin kompetitif.”

Gaya KDM Soal Peluang Maju di Pilpres 2029 Viral, Netizen Bandingkan dengan Mas Jokowi di DKI Jakarta

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu dalam berkarya, terus berinovasi dengan memanfaatkan teknologi, serta tetap menjaga identitas budaya Indonesia. Dengan demikian, produk lokal dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi di tingkat global. Melalui dukungan dan kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keuangan, diharapkan generasi muda bisa lebih berdaya dalam menciptakan peluang-peluang baru di dunia ekonomi kreatif.

Secara keseluruhan, kerjasama antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Bank Indonesia merupakan langkah positif untuk memberdayakan generasi muda sebagai penggerak ekonomi kreatif. Dengan dukungan yang tepat, generasi penerus diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam menciptakan inovasi, menjaga warisan budaya, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *