NASIONAL
Beranda / NASIONAL / Cara Memantau Titik Hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Melalui Situs Resmi

Cara Memantau Titik Hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Melalui Situs Resmi

Cara Memantau Titik Hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Melalui Situs Resmi

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini kembali menjadi isu penting yang perlu diperhatikan, terutama di tengah musim kemarau yang melanda berbagai daerah di Indonesia. Dalam situasi seperti ini, masyarakat memiliki kemampuan untuk memantau titik api atau hotspot secara independen melalui berbagai layanan digital, termasuk Google Maps dan situs resmi pemerintah.

Tahun ini, kondisi kemarau patut diwaspadai. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Niño yang terjadi berpotensi membuat musim kemarau semakin kering, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kekeringan serta karhutla. Hingga 29 Juli 2026, BMKG mencatat sebanyak 5.019 titik panas, dengan konsentrasi terbesar berada di Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Riau. Di sisi lain, risiko karhutla juga diperkirakan tinggi di beberapa daerah di Sumatra dan Kalimantan.

Berdasarkan pengamatan dari citra satelit Himawari-9 pada 19 Agustus 2026, asap akibat kebakaran juga terdeteksi di beberapa lokasi di Sumatra dan Kalimantan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara memantau hotspot sebagai langkah awal dalam mendapatkan informasi mengenai wilayah-wilayah yang mungkin terkena dampak kebakaran.

Google Maps dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi terkait kebakaran hutan melalui fitur pencarian serta informasi darurat yang tersedia untuk area tertentu. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukannya:

  1. Buka Google Maps baik melalui aplikasi di smartphone maupun situs web.
  2. Pada kolom pencarian, ketik kata kunci “wildfires” atau “kebakaran hutan”.
  3. Periksa hasil pencarian dan cari ikon atau informasi yang berkaitan dengan kebakaran.
  4. Jika ada, klik menu Layers (Lapisan) di bagian kanan atas.
  5. Perhatikan tanda peringatan, area berwarna merah, atau informasi kebakaran yang muncul di peta.
  6. Ketuk informasi tersebut untuk mendapatkan detail lokasi dan informasi terbaru yang ada.

Untuk beberapa perangkat, pencarian kata kunci “wildfires” dapat membawa pengguna ke informasi mengenai kebakaran yang sedang berlangsung. Namun, sebaiknya informasi yang didapat dari Google Maps hanya dijadikan sebagai rujukan awal, bukan sebagai satu-satunya acuan untuk memastikan kehadiran titik api.

Gaya KDM Soal Peluang Maju di Pilpres 2029 Viral, Netizen Bandingkan dengan Mas Jokowi di DKI Jakarta

Untuk data yang lebih akurat mengenai titik panas di Indonesia, masyarakat dianjurkan untuk memanfaatkan layanan pemantauan resmi. Salah satu sumber yang dapat digunakan adalah SiPongi dari Kementerian Kehutanan, yang menyediakan peta sebaran titik panas serta informasi terkait pengendalian karhutla.

Di samping itu, masyarakat juga dapat menggunakan Citra Polar Hotspot dari BMKG untuk melihat informasi mengenai anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit. Pemantauan kawasan regional juga bisa dilakukan lewat ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) yang menawarkan informasi hotspot di kawasan Asia Tenggara. Dengan memanfaatkan berbagai sumber informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan bersiap menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang mungkin terjadi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *