KABAR KABINET
Beranda / KABAR KABINET / Menteri Dody Tinjau Sekolah Rakyat Pontianak, Fokus pada Drainase dan Ketersediaan Air Bersih

Menteri Dody Tinjau Sekolah Rakyat Pontianak, Fokus pada Drainase dan Ketersediaan Air Bersih

Menteri Dody Tinjau Sekolah Rakyat Pontianak, Fokus pada Drainase dan Ketersediaan Air Bersih

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menunjukkan kepedulian terhadap sistem drainase di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 serta isu ketersediaan air bersih yang masih memerlukan perhatian di beberapa wilayah Kalimantan Barat. Kesiapan infrastruktur dasar sangat dibutuhkan guna mendukung kelancaran kegiatan belajar-mengajar.

Menteri Dody menekankan bahwa sistem drainase di area sekolah harus dapat mengalirkan air dengan efektif dan menghindari penumpukan genangan. Saluran drainase di SRT 2 dapat diarahkan ke saluran lingkungan yang terhubung dengan sungai-sungai terdekat. Oleh karena itu, penting untuk memastikan fungsi saluran sebelum lingkungan sekolah sepenuhnya digunakan.

“Yang perlu hati-hati ini masalah drainase. Jangan sampai buntu. Ini harus kita koreksi, termasuk hal-hal minor lainnya, dan nanti sambil berjalan kita sempurnakan,” ujar Menteri Dody saat melakukan inspeksi di SRT 2.

Dalam kunjungannya, Dody mengecek berbagai fasilitas yang tersedia di sekolah, mulai dari ruang kelas, asrama, dapur, ruang makan, hingga toilet dan fasilitas lainnya. Ia menekankan pentingnya infrastruktur tidak hanya selesai dalam aspek fisik, tetapi juga berfungsi dengan baik untuk mendukung aktivitas belajar dan memenuhi kebutuhan sehari-hari siswa.

Pentingnya perhatian pada ketersediaan dan kualitas air menjadi isu yang diangkat oleh Menteri Dody. Suplai air ke SRT 2 saat ini berkisar 2,3 liter per detik dan akan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan. Masalah ini dianggap memerlukan penanganan berkelanjutan mengingat karakteristik air di wilayah tersebut.

Menag Tegaskan Pendidikan Gratis di Sekolah Negeri Juga Berlaku untuk Madrasah Negeri

“Ini satu hal yang harus kita pikirkan sama-sama: bagaimana agar air yang masuk ke sini tidak payau. Tapi tidak hanya masalah di sini. Kita bisa bicara masalah Kota Pontianak dan sekitarnya,” tambahnya.

SRT 2 berdiri di atas lahan seluas 5,1 hektare dengan total 36 ruang kelas, terdiri dari 18 ruang kelas untuk SD, 9 ruang kelas untuk SMP, dan 9 ruang kelas untuk SMA. Sekolah ini memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa dan dilengkapi dengan fasilitas seperti asrama, ruang guru, dapur, ruang makan, toilet, laboratorium, fasilitas olahraga, fasilitas ibadah, dan berbagai pendukung lainnya.

Sejak dibuka untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 30 Juli 2026, sekitar 240 siswa telah menggunakan fasilitas sekolah ini dengan dukungan dari 14 guru. Hingga 9 September 2026, progres pembangunan SRT 2 telah mencapai 99,35 persen, dengan sisa pekerjaan minor dan penataan kawasan yang dijadwalkan rampung pada 30 September 2026.

Menteri Dody berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat memberikan peluang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mendapatkan pendidikan yang memadai serta fasilitas yang layak. Kesiapan infrastruktur diharapkan sejalan dengan kesungguhan siswa dalam mengikuti pendidikan agar manfaat dari program ini dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Sekolah rakyat ini sangat positif. Melalui pendidikan, anak-anak dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah memiliki kesempatan memperbaiki kehidupan ekonominya. Fasilitasnya sudah disiapkan, sehingga mereka tinggal belajar dengan tekun dan rajin untuk mencapai cita-citanya,” ungkapnya.

Kasus Suap HGB Bergulir, Desakan agar Nusron Wahid Diperiksa Menguat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *