KABAR KABINET
Beranda / KABAR KABINET / Kementerian PU Percepat Penanganan Kekeringan di Desa Slangit Cirebon melalui Distribusi Air dan Solusi Berkelanjutan

Kementerian PU Percepat Penanganan Kekeringan di Desa Slangit Cirebon melalui Distribusi Air dan Solusi Berkelanjutan

Kementerian PU Percepat Penanganan Kekeringan di Desa Slangit Cirebon melalui Distribusi Air dan Solusi Berkelanjutan

Upaya mengatasi kekeringan di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terus dipercepat oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Melalui dua direktorat, Ditjen Sumber Daya Air dan Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU melakukan sejumlah langkah strategis untuk membantu masyarakat yang mengalami dampak buruk akibat kekeringan yang cukup parah di daerah tersebut.

Pernyataan mengenai penanganan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, dalam acara Kunjungan Kerja Spesifik bersama Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, yang berlangsung pada Minggu (30/8/2026). Arnold mengungkapkan bahwa salah satu persoalan utama yang dihadapi masyarakat di Desa Slangit adalah ketiadaan jaringan PDAM.

Kondisi tanpa PDAM mengharuskan warga untuk mengandalkan air irigasi demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci. “Kami sudah mendistribusikan air bersih sebanyak 19.000 liter ke Desa Slangit, dan survei geolistrik di dua titik sudah kami lakukan untuk mencari sumber air baku. Semua penanganan ini kami susun dalam solusi jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujarnya.

Dalam tanggap darurat, Kementerian Pekerjaan Umum menyediakan air bersih dengan menggunakan mobil tangki. Selain itu, beberapa toren air juga disiapkan, dan hidran untuk akses air bersih dibangun di lokasi yang terkena dampak kekeringan. Dalam persiapan jangka menengah, pemerintah berencana untuk menyiapkan pompa bertenaga panel surya yang berfungsi untuk mengalirkan air dari saluran irigasi menuju sumur milik warga.

Untuk jangka panjang, rencana pembangunan meliputi pembuatan sumur dangkal dan sumur dalam yang nantinya akan terhubung dengan tandon air. Lokasi untuk pembangunan ini akan ditentukan berdasarkan hasil survei geolistrik yang telah dilakukan, di mana ditemukan potensi akuifer yang terletak pada kedalaman sekitar 120 meter.

Kasus Suap HGB Bergulir, Desakan agar Nusron Wahid Diperiksa Menguat

Selain berfokus pada kebutuhan air masyarakat, pihak Kementerian Pekerjaan Umum juga memantau kondisi tampungan air di sembilan waduk dan situ. Kesembilan infrastruktur tersebut mencakup Bendungan Cipanas, Situ Ranca Beureum, Situ Bolang, Bendungan Jatigede, serta Situ Sedong, Situ Patok, Kuningan, Darma, dan Malahayu. Hingga 31 Agustus 2026, total volumenya tercatat sekitar 733,8 juta m³, yang diperkirakan akan menurun menjadi sekitar 515,2 juta m³ pada akhir bulan Desember 2026.

Pemantauan ini bertujuan untuk mengantisipasi puncak musim kemarau yang diperkirakan oleh BMKG akan terjadi pada September 2026. Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, yang turut hadir dalam Kunjungan Kerja Spesifik tersebut, memberikan apresiasi atas respons cepat yang diambil oleh Kementerian Pekerjaan Umum dalam menangani masalah kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Dari total 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon, terdapat enam kecamatan yang diketahui terdampak kekeringan, dengan sekitar 8.137 jiwa atau setara 3.323 kepala keluarga yang merasakannya.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Kementerian Pekerjaan Umum saat ini sedang mengkaji pemanfaatan sumber mata air di Jemaras Lor. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan untuk memperluas jaringan PDAM dari Arjawinangun. Kedua opsi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, juga mengungkapkan dukungannya terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menangani permasalahan kekeringan di Desa Slangit. “Saya bersama Dirjen SDA dari Kementerian Pekerjaan Umum, Bupati, dan semua pihak, termasuk dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sedang berupaya dalam waktu dekat untuk menangani persoalan tersebut. Jadi, ada solusi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Sehingga ke depan, warga di Desa Slangit ini tidak lagi mengalami kesulitan terkait dengan akses air bersih. Karena memang bagi kita, kondisi ini sangat memprihatinkan,” ungkap Saan.

Kementerian Pekerjaan Umum, bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, berkomitmen untuk terus memantau dan mengawal penanganan kekeringan di Desa Slangit secara berkelanjutan. Dengan harapan, upaya ini dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat serta mencegah terulangnya masalah serupa di masa mendatang.

Gibran Dapat Gugatan ke MK: Siapa yang Akan Dipilih Jika Jabatan Wapres Kosong?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *