Menteri Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk memperkuat kemampuan talenta muda. Langkah ini diharapkan dapat membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih adaptif dalam menghadapi era ekonomi digital.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Teuku Riefky saat audiensi dengan PT Inovasi Solusi Cerdas di Jakarta pada 13 Agustus 2026. Dalam pertemuan itu, para peserta berdiskusi mengenai potensi kolaborasi dalam hal pengembangan keterampilan digital, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing para pelaku ekonomi kreatif.
Teuku Riefky mengungkapkan bahwa gig economy telah menciptakan pola kerja yang inovatif, di mana generasi muda dapat menghasilkan pendapatan tanpa harus terikat pada lingkungan kantor. Oleh karena itu, ia menilai bahwa pelatihan keterampilan kreatif dan penguasaan AI perlu dilakukan secara bersamaan untuk memaksimalkan potensi tersebut.
“Pelatihan seperti voice over, affiliator, dan pemanfaatan AI dapat menjadi salah satu cara untuk menghubungkan talenta kreatif dengan peluang kerja dan kewirausahaan,” kata Teuku Riefky. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi digital harus diimbangi dengan pembekalan keterampilan yang relevan bagi generasi muda.
Teuku Riefky juga menambahkan bahwa ekonomi kreatif memiliki posisi yang sangat strategis dalam memperkuat kelas menengah. Setiap subsektor dalam ekonomi kreatif berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan peluang usaha yang lebih luas. Untuk itu, pemerintah telah menjalankan berbagai program pelatihan digital yang ditujukan bagi pelaku ekraf dan talenta muda.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 mencapai 4,68 persen, dengan angkatan kerja sebanyak 154,91 juta orang dan jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 147,67 juta orang. Dalam konteks ini, pemanfaatan teknologi AI dinilai sangat berpotensi sebagai alat untuk memberdayakan tenaga kerja muda, mendigitalisasi UMKM, serta meningkatkan literasi teknologi yang bertanggung jawab.
KreasiKita, sebuah platform karier yang berbasis AI, akan diluncurkan pada 18 Agustus 2026. Platform ini akan menawarkan fitur-fitur seperti job matching, weekly challenge, task, serta komunitas, yang dirancang khusus untuk mendukung UMKM.
CEO KreasiKita, Ivan Handryks Sitanaya, menyatakan bahwa platform ini bertujuan untuk membantu generasi muda dalam mendapatkan peluang kerja dan juga mendorong UMKM untuk meningkatkan kapasitas mereka melalui pemanfaatan teknologi AI. Inisiatif ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara talenta yang ada dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Komentar