Pemerintah telah mengkonfirmasi bahwa bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan dengan cepat dan merata. Penyaluran ini ditujukan untuk membantu para korban yang paling membutuhkan, terutama di daerah-daerah yang mengalami kerusakan parah dan memiliki akses yang sulit.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyatakan hal tersebut setelah melakukan kunjungan ke RSUD Ruteng, di Kabupaten Manggarai. Dalam sambutannya, Suharyanto menekankan pentingnya penanganan yang cepat dan dukungan logistik yang intensif, “Manggarai menjadi salah satu daerah dengan dampak gempa paling berat sehingga membutuhkan penanganan dan dukungan logistik secara intensif.”
Selain Manggarai, perhatian pemerintah juga tertuju pada Kecamatan Reok. Suharyanto mengonfirmasi bahwa akses ke Reok telah dibuka, yang memungkinkan distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak tanpa kendala yang berarti. “Akses sudah terbuka, sehingga bantuan bisa segera masuk tanpa hambatan berarti,” ujarnya.
Untuk memperkuat koordinasi dalam penyaluran bantuan, pemerintah telah mendirikan posko pendampingan nasional yang berlokasi di Halim. Posko ini memiliki tugas utama untuk mengumpulkan informasi terkait kebutuhan dari daerah-daerah yang terkena dampak dan sekaligus membantu dalam pengoordinasian distribusi logistik.
Pemerintah juga telah menyiapkan beberapa posko regional agar penanganan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Salah satu posko yang beroperasi di Labuan Bajo bertujuan untuk mendukung penanganan di berbagai daerah seperti Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sedangkan wilayah lain seperti Sikka, Ende, dan Nagekeo akan dilayani melalui posko yang beroperasi di Maumere.
Dari sisi transportasi, pemerintah telah mengerahkan armada udara untuk mempercepat proses pengiriman bantuan. Terdapat empat helikopter TNI dan dua pesawat BNPB yang ditempatkan di Labuan Bajo untuk mendukung mobilisasi logistik serta menjangkau lokasi-lokasi yang memerlukan penanganan segera. “Kami maksimalkan seluruh armada agar distribusi bantuan tidak terhambat,” kata Suharyanto.
Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap bantuan yang diperlukan oleh masyarakat yang menjadi korban gempa bisa disalurkan dengan tepat waktu. Dengan upaya-upaya ini, diharapkan kondisi pasca bencana dapat segera pulih dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari mereka.

Komentar