KABAR KABINET
Beranda / KABAR KABINET / Kementerian PU Distribusikan 25 Ribu Liter Air Irigasi untuk Selamatkan 18,6 Hektare Sawah di Sumbawa

Kementerian PU Distribusikan 25 Ribu Liter Air Irigasi untuk Selamatkan 18,6 Hektare Sawah di Sumbawa

Kementerian PU Distribusikan 25 Ribu Liter Air Irigasi untuk Selamatkan 18,6 Hektare Sawah di Sumbawa

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil inisiatif untuk meminimalkan pengaruh kekeringan yang dialami sektor pertanian dengan memfokuskan pada pasokan air untuk lahan sawah yang terkena dampak. Salah satu tindakan yang telah dilakukan adalah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram yang telah menyalurkan air irigasi sebanyak 25.000 liter. Bantuan ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terancam gagal panen akibat kekurangan air.

Pendistribusian air tersebut berlangsung selama tujuh jam pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, dengan waktu mulai dari pukul 10.00 hingga 17.00 WITA. Lokasi tempat air disalurkan berada di Daerah Irigasi (DI) Mamak, yang terletak di Desa Hijrah, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa.

Selama proses penyaluran, air diangkut menggunakan satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter, yang melakukan lima kali perjalanan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim, termasuk kekeringan. Ia menjelaskan, “Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.”

Air yang disalurkan kemudian dipakai untuk menyiram lahan pertanian seluas 18,6 hektare yang terpengaruh oleh kondisi kering dan berisiko mengalami gagal panen. Sebanyak 40 petani yang mengelola tanaman padi pada Musim Tanam (MT) II mendapatkan manfaat dari distribusi air ini.

Menag Tegaskan Pendidikan Gratis di Sekolah Negeri Juga Berlaku untuk Madrasah Negeri

Saat bantuan air tiba, rata-rata tanaman padi di area tersebut sudah berusia sekitar 70 hari, yang menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan air untuk menyelamatkan hasil pertanian. Distribusi ini adalah gambaran konkret dari respons proaktif Kementerian PU terhadap tantangan yang dihadapi oleh petani akibat kekeringan.

Lebih lanjut, Kementerian PU juga aktif berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memenuhi kebutuhan air, khususnya untuk lahan pertanian yang masih memiliki potensi untuk diselamatkan. Daerah Irigasi Mamak sendiri memiliki cakupan layanan mencapai 3.800 hektare, dengan sumber air utama berasal dari Bendungan Mamak.

Pada saat krisis air, alternatif penyediaan air dilakukan dengan memanfaatkan Sungai Lape, di mana air buangan irigasi dipompa untuk mendukung kebutuhan pertanian.

BBWS Nusa Tenggara I berjanji akan melanjutkan penyaluran air ini secara bertahap, disesuaikan dengan situasi ketersediaan sumber air di lapangan.

Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Nusa Tenggara I Mataram juga melakukan penyaluran air bersih kepada masyarakat yang terkena dampak kekeringan, khususnya di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Distribusi ini berlangsung di Lingkungan Bina Baru, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasana E Barat, pada hari yang sama, 27 Agustus 2026.

Kasus Suap HGB Bergulir, Desakan agar Nusron Wahid Diperiksa Menguat

Kegiatan ini dimulai pada pukul 16.05 WITA dan berakhir pada pukul 18.30 WITA. Untuk penyaluran air bersih ini, BBWS Nusa Tenggara I Mataram mengoperasikan truk tangki dengan kapasitas 4.700 liter. Sebanyak 4.700 liter air bersih berhasil disalurkan kepada 145 kepala keluarga (KK), yang berarti sekitar 225 jiwa yang merasakan dampak dari kekeringan di daerah tersebut.

Penyaluran air bersih menjadi bagian penting dari inisiatif Kementerian PU untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah situasi kekeringan. Proses distribusi di lokasi berjalan dengan baik, didukung oleh cuaca cerah dan kondisi akses yang memadai menuju titik tujuan.

Sumber air yang digunakan merupakan air dari sumber yang dalam kondisi normal, dipindahkan menggunakan truk tangki bersih dengan jarak sekitar 5 kilometer dari lokasi sumber ke tempat penyaluran.

Salah satu perwakilan masyarakat sekaligus Babinsa Kelurahan Dara, Sahrul Akbar, mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Masyarakat setempat berterima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan oleh BBWS Nusa Tenggara I Mataram,” katanya.

Kementerian PU berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan mengoptimalkan sumber air yang ada. Usaha ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU untuk hadir dan mendukung masyarakat dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh kekeringan serta untuk mendukung pencapaian swasembada pangan.

Gibran Dapat Gugatan ke MK: Siapa yang Akan Dipilih Jika Jabatan Wapres Kosong?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *