Langkah ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, harus terhenti di perempat final turnamen China Masters 2026. Dalam pertandingan yang berlangsung, mereka harus mengakui kekuatan pasangan Malaysia, Nur Mohd Azriyn Ayub dan Tan Wee Kiong.
Sabar dan Reza, yang diunggulkan sebagai pasangan keenam dalam turnamen ini, sebenarnya memulai pertandingan dengan memberikan perlawanan yang cukup ketat. Meskipun begitu, mereka belum mampu menunjukkan konsistensi permainan yang dibutuhkan, hingga akhirnya harus menerima kekalahan dari wakil negeri jiran tersebut.
Pada gim pertama, pasangan Indonesia ini tampak kurang percaya diri di awal pertandingan. Azriyn dan Tan langsung mengambil alih permainan dengan memimpin 3-0. Namun, Sabar dan Reza tidak menyerah begitu saja. Mereka berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 4-5 dan meningkatkan permainan mereka.
Dengan permainan yang solid, Sabar dan Reza mampu menyamakan skor 6-6 dan bahkan berbalik unggul dengan skor 9-6. Mereka memasuki interval gim pertama dengan keunggulan 11-8. Sayangnya, momentum yang sudah diraih tidak dapat mereka pertahankan. Azriyn dan Tan bangkit kembali dan mencetak lima poin berturut-turut, lalu berbalik memimpin 13-11.
Sabar dan Reza mencoba untuk mendekat dengan skor 15-16, tetapi pasangan Malaysia kembali menjauh hingga 19-16. Pada akhirnya, Azriyn dan Tan berhasil meraih gim pertama dengan skor 21-17.
Memasuki gim kedua, intensitas pertandingan meningkat. Sabar dan Reza sempat tertinggal di awal dengan skor 0-2, namun mereka berjuang keras untuk berbalik unggul 6-2 setelah mencetak empat poin secara beruntun. Meski sempat unggul, pasangan Malaysia kembali memberikan tekanan yang kuat dengan menyusul dan berhasil mendapatkan delapan poin berturut-turut, sehingga memimpin 10-6.
Kesalahan yang dibuat oleh Sabar dan Reza, seperti beberapa servis yang gagal dan pengembalian yang terjerat di net, memberikan keuntungan bagi lawan. Namun, mereka tidak menyerah dan berhasil menemukan kembali momentum, meraih keunggulan 11-10 saat memasuki interval gim kedua.
Situasi semakin mendesak bagi kedua pasangan. Sabar dan Reza membutuhkan kemenangan di gim kedua untuk memaksakan adanya rubber game sekaligus mempertahankan harapan untuk melaju ke semifinal China Masters 2026. Namun, tekanan yang terus diberikan oleh Azriyn dan Tan membuat ganda putra Indonesia kesulitan untuk mempertahankan ritme permainan.
Kekalahan ini menandai akhir perjalanan Sabar dan Reza di turnamen bergengsi tersebut, yang merupakan bagian dari kalender Super 750. Dengan hasil ini, Indonesia kehilangan salah satu wakilnya di sektor ganda putra pada turnamen yang sangat kompetitif ini. Harapan untuk meraih prestasi lebih tinggi harus ditunda, dan fokus kini beralih ke turnamen berikutnya untuk memperbaiki performa.

Komentar