Tarif bus Transbandara untuk rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta resmi mengalami kenaikan, menjadi Rp15.000 mulai Selasa, 1 September 2026. Perubahan harga ini cukup mencolok dibanding tarif uji coba sebelumnya yang hanya Rp3.500.
Meskipun tarif baru ini terlihat signifikan, banyak pengguna yang berpendapat bahwa harga tersebut masih tergolong terjangkau. Meysi, salah satu penumpang Transbandara, mengungkapkan bahwa walaupun kenaikan tarif cukup terasa, perbandingan dengan alternatif transportasi lainnya menjadikan bus ini tetap ekonomis.
“Kalau menurut aku agak jauh juga dari Rp 3.500 ke Rp 15 ribu. Cuma kalau dibanding naik kereta ke bandara sama DAMRI, ya ini masih lebih murah. Kalau menurut aku sih, masih worth it (sepadan),” ungkap Meysi saat berada di Terminal Blok M.
Dalam memilih moda transportasi, Meysi menilai Transbandara memiliki biaya perjalanan yang lebih rendah dibandingkan dengan taksi konvensional atau layanan transportasi online. Ia menambahkan bahwa tarif taksi online dari Jakarta Selatan menuju bandara dapat mencapai sekitar Rp200.000.
“Masih sesuai banget. Menurut aku ya, dari Rp 3.500, masalahnya jauh kan. Kalau kita ke sana naik taksi online itu kan bisa Rp 200 ribu,” jelasnya lebih lanjut.
Kenaikan tarif pada bus Transbandara ini bukan tanpa alasan. Dengan meningkatnya biaya operasional dan kebutuhan untuk menyediakan layanan yang lebih baik, pihak pengelola merasa perlu menyesuaikan harga. Meskipun begitu, pengguna masih menganggapnya lebih murah jika dibandingkan dengan biaya transportasi lain, seperti taksi atau kereta.
Bus Transbandara menyediakan layanan yang nyaman dan efisien bagi para penumpang yang ingin terbang dari Jakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta. Dengan tarif Rp15.000, banyak yang beranggapan bahwa ini adalah pilihan yang lebih ekonomis, terutama bagi mereka yang sering berpergian.
Dengan adanya tarif baru ini, diharapkan pengguna dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik. Selain itu, dengan memanfaatkan layanan bus ini, penumpang dapat menghindari kemacetan yang sering terjadi di jalan, terutama pada jam sibuk.
Secara keseluruhan, meskipun tarif mengalami peningkatan yang cukup signifikan, Transbandara tetap menjadi pilihan yang banyak diminati oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa layanan yang efisien dan harga yang tetap terjangkau sangat penting bagi penumpang yang ingin mendapatkan kenyamanan dalam perjalanan mereka ke bandara.

Komentar