Klub sepak bola milik PDI Perjuangan, Putra Sang Fajar FC, berencana menjadikan Stadion Soepriadi sebagai markas untuk menghadapi Liga 3 Nasional musim depan. Langkah ini bukan hanya sekadar berpindah kandang, tetapi turut menimbulkan diskusi terkait penggunaan stadion publik oleh klub yang memiliki keterkaitan dengan partai politik. Ini juga menyangkut aspek transparansi dalam pengelolaan serta berbagai kepentingan yang mungkin timbul dari pemanfaatan Stadion Soepriadi.
Rencana ini disampaikan oleh Yudi Meira, yang menjabat sebagai Ketua PSSI Kota Blitar sekaligus Ketua DPC PDIP Kota Blitar. Menurut informasi yang disampaikan, skuad Putra Sang Fajar FC akan mulai berada di Kota Blitar pada November 2026 untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang akan datang.
“Rencananya di Kota Blitar akan ada homebase Putra Sang Fajar untuk Liga 3 Seri Nasional. Informasi terakhir, November tim sudah masuk di Kota Blitar,” ungkap Yudi pada Senin, 17 Agustus 2026.
Kehadiran Putra Sang Fajar FC di daerah tersebut memiliki makna simbolis yang dalam. Klub ini tidak hanya sebagai peserta dalam kompetisi sepak bola nasional, tetapi juga menjadi representasi dari daerah yang terkenal sebagai tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Keberadaan klub ini juga bertujuan untuk menciptakan kesempatan bagi pemain muda di Blitar Raya. Putra Sang Fajar FC berkomitmen untuk memberikan ruang bagi talenta muda agar berkembang dan memiliki kesempatan untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Salah satu fokus utama dari klub adalah proses perekrutan pemain. Talenta lokal dari Kota dan Kabupaten Blitar akan menjadi prioritas utama sebelum klub mempertimbangkan untuk merekrut pemain dari luar daerah.
“Utamanya kemarin kita juga ingin dari Blitar Raya itu ada talenta yang bisa diakomodasi oleh Putra Sang Fajar. Selain dari luar kota, kita utamakan dari Blitar Raya dulu. Kita seleksi dulu,” jelas Yudi.
Menurutnya, pemain dari luar daerah baru akan dipertimbangkan jika kebutuhan skuad belum dapat dipenuhi oleh talenta lokal yang telah diseleksi.
Skema yang diterapkan oleh klub ini membuka peluang bagi pesepak bola muda dari Blitar Raya untuk menunjukkan kemampuan mereka tanpa harus berpindah ke klub lain. Kehadiran klub dengan kompetisi nasional diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola di wilayah tersebut.
Dari sisi pengelolaan, Putra Sang Fajar FC akan menjalankan manajemen secara independen. Klub ini tidak akan berada di bawah manajemen klub-klub lokal yang sudah lebih dahulu berkompetisi di wilayah tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Kota Blitar berkomitmen untuk mendukung kebutuhan teknis terkait penggunaan homebase serta fasilitas kesekretariatan yang diperlukan oleh klub.

Komentar