KABAR KABINET
Beranda / KABAR KABINET / Presiden Prabowo Terima Laporan Ekonomi Nasional: Manufaktur Ekspansi dan Neraca Dagang Surplus

Presiden Prabowo Terima Laporan Ekonomi Nasional: Manufaktur Ekspansi dan Neraca Dagang Surplus

Presiden Prabowo Terima Laporan Ekonomi Nasional: Manufaktur Ekspansi dan Neraca Dagang Surplus

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengadakan rapat terbatas dengan beberapa anggota Kabinet Merah Putih untuk membahas laporan mengenai perkembangan ekonomi nasional. Acara ini berlangsung pada hari Senin, 2 November 2026.

Berdasarkan laporan tersebut, sejumlah indikator mengindikasikan bahwa perekonomian Indonesia masih mengalami tren yang positif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa sektor manufaktur mengalami peningkatan dalam aktivitasnya. Hal ini tercermin dari angka Purchasing Managers’ Index (PMI) yang menunjukkan hasil positif, yakni mencapai 54. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, yang tercatat sebesar 52,4.

Airlangga menegaskan, “Indeks Purchasing Manager, Indeks Indonesia di sektor manufaktur sudah masuk ke level ekspansi di 54. Itu meningkat dari bulan yang lalu 52,4,” ungkapnya usai pertemuan. Ia menambahkan bahwa pencapaian ini menunjukkan bahwa aktivitas dalam sektor manufaktur telah berada pada fase ekspansi yang cukup kuat.

Dari sektor perdagangan, Indonesia juga melaporkan surplus dalam neraca perdagangannya, yang tercatat sebesar 3,36 miliar dollar AS pada bulan September 2026. Surplus tersebut sebagian besar berasal dari sektor nonmigas yang mencatatkan surplus sebesar 5,67 miliar dollar AS. Namun, sektor migas mengalami defisit yang mencapai 2,31 miliar dollar AS.

Hashim Ungkap Perintah Presiden Prabowo Terkait Sorotan MSCI pada Pasar Saham Indonesia

Secara kumulatif, selama periode Januari hingga September 2026, total surplus perdagangan Indonesia mencapai 10,61 miliar dollar AS. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada defisit pada sektor migas, kinerja positif di sektor nonmigas berhasil menutupi kekurangan tersebut.

Kondisi ini menciptakan optimisme di kalangan pemerintah dan pelaku usaha bahwa perekonomian akan terus berlanjut pada jalur pemulihan. Peningkatan di sektor manufaktur dan neraca perdagangan yang positif menjadi indikator penting untuk menarik lebih banyak investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.

Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dan mendukung pertumbuhan sektor-sektor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Ini mencakup upaya untuk meningkatkan kemudahan berusaha dan mendorong inovasi di industri-industri lokal.

Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, diharapkan Indonesia dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi dan menghadapi tantangan global dengan lebih siap. Kini, perhatian tertuju pada bagaimana pemerintah akan memperkuat sektor-sektor tersebut agar tetap dapat tumbuh, serta meningkatkan daya saing nasional di pasar internasional.

Presiden Prabowo Panggil Tim Ekonomi Bahas Optimalisasi Ekonomi Indonesia di Istana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *