Safari politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah daerah kembali menjadi sorotan. Dalam serangkaian kunjungannya, elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI), kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep, putra bungsunya, belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Rico Marbun, Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), mengemukakan bahwa rangkaian kunjungan Jokowi ke berbagai wilayah ini memiliki dimensi politik yang penting. Setelah mengunjungi sejumlah lokasi di Lampung dan Nusa Tenggara Timur, langkah selanjutnya Jokowi adalah Kebumen di Jawa Tengah.
Menurut Rico, aktivitas kunjungan tersebut dapat ditafsirkan sebagai upaya Jokowi untuk mempertahankan sekaligus memperkuat pengaruh politiknya di Pulau Jawa, terutama di Jawa Tengah. “Analisa saya, Jokowi ingin menguasai Jawa Tengah setelah Dedi Mulyadi terlihat kuat di Jawa Barat,” ucap Rico pada Selasa (1/9/2026).
Rico menilai bahwa Jawa Tengah memiliki posisi strategis dalam peta politik nasional. Kehadiran Jokowi dalam berbagai kegiatan sosial dan pesantren dipandang tidak hanya sebagai tindakan sosial, tetapi juga sebagai langkah untuk memperkuat kembali jejaring politiknya.
Dalam rangkaian pidatonya di Jawa Tengah, Jokowi berusaha untuk mempertahankan citra sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan sebagai pemimpin pengayom. Meski demikian, Rico mencatat bahwa intensitas safari politik tersebut belum berdampak signifikan terhadap elektabilitas PSI, partai yang memiliki hubungan politik erat dengan Jokowi.
Hasil pengukuran Median menunjukkan bahwa elektabilitas PSI tetap berada di angka 1,8 persen. Angka tersebut mencerminkan bahwa popularitas serta aktivitas politik Jokowi tidak secara otomatis menghasilkan peningkatan dukungan untuk partai di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep.
Rico berpendapat bahwa kondisi ini menunjukkan adanya indikasi bahwa pengaruh politik pribadi Jokowi dan elektabilitas PSI adalah dua hal yang tidak selalu berjalan seiring. Dengan kata lain, meskipun perhatian publik terhadap aktivitas Jokowi tinggi, hal itu belum mengarah pada peningkatan dukungan untuk PSI.
Sementara itu, Median belum melakukan pengukuran khusus terkait tingkat elektabilitas pribadi Jokowi dalam survei terbaru mereka. Rico menjelaskan bahwa pengukuran tentang elektabilitas Jokowi sebagai calon presiden tidak menjadi fokus utama, mengingat secara konstitusional mantan presiden tersebut tidak dapat mencalonkan diri lagi dalam Pemilu 2029.
Namun, ada kemungkinan bagi Median untuk melakukan survei khusus guna mengetahui sejauh mana pengaruh politik Jokowi terhadap peta dukungan masyarakat. “Mungkin lain kali kami akan melakukan survei khusus untuk melihat berapa besar pengaruh politik Jokowi yang sebenarnya,” ungkap Rico.

Komentar