DAERAH
Beranda / DAERAH / Santri Mengalami Trauma Setelah Diduga Dianiaya Ustaz di Ponpes Al-Fahd Palembang

Santri Mengalami Trauma Setelah Diduga Dianiaya Ustaz di Ponpes Al-Fahd Palembang

Santri Mengalami Trauma Setelah Diduga Dianiaya Ustaz di Ponpes Al-Fahd Palembang

Seorang santri berinisial RFA (14) dilaporkan menjadi korban kekerasan fisik oleh seorang ustaz yang merupakan peserta program pengabdian di Pondok Pesantren Modern Al-Fahd. Kejadian malang ini berlangsung pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026, dan kini RFA mengalami trauma yang cukup mendalam sehingga belum dapat kembali beraktivitas di sekolah.

Ayah RFA, Lukmanul Hakim (42), mengungkapkan bahwa kondisi psikologis putranya terganggu setelah insiden yang terjadi di depan teman-teman sekelasnya. Lukmanul menyatakan, “Sejak kejadian anak saya tidak masuk, masih trauma berat. Apalagi waktu dipukuli semua teman sekelasnya melihat.” Pernyataan tersebut mencerminkan betapa beratnya dampak psikologis yang dialami oleh RFA setelah peristiwa tersebut.

Keluarga RFA kini mempertimbangkan opsi untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain. Langkah ini diharapkan dapat membantu proses pemulihan mental RFA agar ia bisa kembali menjalani kehidupan normal dan bebas dari trauma akibat kejadian yang tidak menyenangkan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak keluarga, RFA diduga dipukul dua kali oleh ustaz tersebut, yang membuatnya terdorong beberapa langkah mundur hingga akhirnya jatuh terduduk. Kejadian ini terjadi setelah RFA menyaksikan ustaz tersebut memukul santri lain. Kondisi ini menambah rasa ketidaknyamanan dan trauma yang dialami oleh RFA.

Pihak Pondok Pesantren Modern Al-Fahd telah mengakui adanya insiden tersebut. Mudir Ikhwan Pondok, Muhammad Zakaria, menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh MDA (17), yang saat itu bertugas sebagai peserta program pengabdian untuk membantu menertibkan santri. Penjelasan dari pihak pondok merupakan langkah untuk memberikan klarifikasi mengenai kejadian yang menimpa RFA.

Tiga Orang Tewas dalam Bentrokan di Adonara, Polisi Kesulitan Evakuasi Korban

Trauma yang dialami oleh seorang santri tidak boleh dianggap sepele. Proses pemulihan mental sangat penting untuk membantu individu kembali ke rutinitasnya. Dalam konteks ini, dukungan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar menjadi kunci untuk memulihkan kondisi psikologis RFA. Penanganan yang tepat dan penuh perhatian dapat membantu mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi akibat insiden kekerasan.

Dalam situasi ini, perhatian dari orang tua dan pihak lembaga pendidikan sangat diperlukan. Komunikasi yang baik antara keluarga dan sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan. Selain itu, penting juga untuk melakukan evaluasi terhadap lingkungan pendidikan untuk memastikan bahwa situasi serupa tidak terulang kembali, guna menjaga keamanan dan kesehatan mental seluruh santri.

Insiden kekerasan yang dialami RFA di Pondok Pesantren Modern Al-Fahd menunjukkan bahwa masalah kekerasan di lembaga pendidikan masih perlu ditangani dengan serius. Kasus ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan mental dan fisik para santri. Dengan dukungan yang tepat dan tindakan preventif, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement