KABAR KABINET
Beranda / KABAR KABINET / Menteri Transmigrasi Dorong Investasi untuk Ciptakan Lapangan Kerja dengan Belajar dari Desa di China

Menteri Transmigrasi Dorong Investasi untuk Ciptakan Lapangan Kerja dengan Belajar dari Desa di China

Menteri Transmigrasi Dorong Investasi untuk Ciptakan Lapangan Kerja dengan Belajar dari Desa di China

Pengembangan ekonomi perdesaan menjadi fokus utama Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam kunjungannya ke Desa Zhenwugong, di distrik Jiulongpo, Tiongkok, pada Rabu (14/10/2026). Ia meyakini bahwa model pembangunan yang diterapkan di desa tersebut dapat menjadi referensi yang baik untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan memperkuat ekonomi kawasan transmigrasi di Indonesia.

Desa Zhenwugong telah mengambil langkah-langkah inovatif untuk mengembangkan potensi lokalnya melalui integrasi sektor-sektor seperti pertanian, pariwisata, penataan lahan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan pendekatan ini, aktivitas ekonomi dapat tumbuh lebih beragam, sehingga para warga tidak hanya bergantung pada hasil pertanian semata.

“Namun, ketika industri itu dibawa ke desa, anak-anak muda ini kembali ke desa dan difasilitasi,” jelas Iftitah. Hal ini menunjukkan pentingnya membawa peluang industri ke desa-desa agar generasi muda tidak meninggalkan kampung halaman mereka.

Iftitah menekankan bahwa pembangunan perdesaan harus diarahkan untuk menciptakan peluang usaha dan pekerjaan. Dengan cara ini, masyarakat, terutama generasi muda, dapat meningkatkan kesejahteraan tanpa harus merantau jauh dari rumah mereka.

Berdasarkan informasi dari Pemerintah Distrik Jiulongpo pada tahun 2026, Desa Zhenwugong berhasil menarik sekitar 300.000 kunjungan wisata setiap tahunnya. Produksi ekonomi desa ini juga sangat mengesankan, dengan nilai ekonomi yang melampaui 100 juta yuan per tahun. Di sisi lain, pendapatan bersih per kapita penduduknya tercatat lebih dari 30.000 yuan.

Tanam Mangrove di Demak, Menko AHY Dorong Pendekatan Alam Untuk Lindungi Pesisir Pantura Jawa

Iftitah menjelaskan bahwa pengembangan Desa Zhenwugong memadukan komponen seperti pertanian hortikultura, perkebunan, pariwisata, penginapan, dan berbagai usaha jasa. Diversifikasi dalam kegiatan ekonomi ini membuka berbagai peluang pendapatan melalui pemanfaatan lahan, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dengan munculnya usaha-usaha pendukung.

Ia percaya bahwa model tersebut sangat relevan untuk diterapkan di kawasan transmigrasi di Indonesia, yang kaya akan potensi di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata. Namun, untuk merealisasikan potensi ini, dibutuhkan perencanaan tata ruang yang baik, infrastruktur yang memadai, kepastian hukum mengenai lahan, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta akses pasar yang lebih baik.

“Ekosistem seperti inilah yang sebetulnya ingin kita bangun di Indonesia,” tegasnya, menunjukkan tekad untuk mendorong pengembangan ekonomi perdesaan yang terencana.

Iftitah juga menggarisbawahi pentingnya mengembangkan kawasan transmigrasi sebagai satu kesatuan ekonomi yang saling terintegrasi. Ia mencontohkan produksi pertanian yang harus terhubung dengan industri pengolahan, logistik, serta pemasaran dan usaha-usaha pendukung untuk mencapai nilai tambah yang maksimal dan membuka banyak lapangan kerja.

Lebih lanjut, Iftitah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, sektor industri, dan masyarakat dalam membangun ekonomi perdesaan. Pemerintah bertugas menyiapkan regulasi dan infrastruktur, sedangkan perguruan tinggi dapat berkontribusi lewat riset dan inovasi. Di sisi lain, sektor usaha harus hadir dengan investasi dan akses pasar yang dibutuhkan untuk memajukan ekonomi lokal.

Sekjen PBB Sampaikan Tiga Pesan Penting kepada Prabowo di Hambalang

“Tiongkok pun butuh waktu untuk mencapai hal ini. Mereka terus berjalan selama 20 hingga 30 tahun hingga mencapai titik akselerasi,” ujarnya, menyoroti bahwa proses ini tidaklah instan melainkan membutuhkan kesabaran dan perencanaan yang matang.

Iftitah berharap bahwa pelajaran yang diambil dari pengalaman di Chongqing dapat memperkuat transformasi transmigrasi di Indonesia. Ia menyarankan agar pengembangan potensi daerah, peningkatan keterampilan masyarakat, dan penciptaan lapangan pekerjaan dapat dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan. Dengan perencanaan yang konsisten dan investasi yang bijaksana, diharapkan aktivitas ekonomi tidak hanya meningkat tetapi juga dapat memperluas kesejahteraan masyarakat setempat secara luas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *