Lima jenama fesyen lokal binaan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memamerkan karya unggulan dalam Indonesia International Modest Fashion Festival x Jakarta Muslim Fashion Week 2026. Ajang ini berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Centre dan menjadi platform bagi produk lokal untuk menjangkau pasar internasional yang lebih luas.
Kelima jenama yang berpartisipasi dalam festival ini adalah Alrafi dari Kepulauan Riau, Batik Siger dari Lampung, Organic Culture dari Jember, Anantari dari Yogyakarta, serta Sakinah by Thiffa Qaisty yang juga berasal dari Kepulauan Riau. Setiap jenama menghadirkan karakter desain yang unik, identitas budaya yang kaya, dan inovasi produk yang menjadi daya tarik dalam persaingan dunia fesyen.
Ade Rahman, yang merupakan pemilik Alrafi, mengungkapkan bahwa pendampingan dari Ekraf sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas pengelolaan usaha serta memperluas promosi jenamanya. Ia menambahkan bahwa produk-produk Alrafi kini sudah mulai menarik minat pembeli dari berbagai negara, termasuk Singapura, Malaysia, Thailand, hingga Spanyol.
Batik Siger mengusung prinsip keberlanjutan dengan lebih dari 70 persen pewarna alami dalam proses produksinya. Laila Al Khusna, selaku pendiri sekaligus direktur Batik Siger, menjelaskan bahwa dukungan yang mereka terima membuka peluang pasar lebih luas, mencapai lokasi-lokasi seperti New York, Dubai, dan Afrika Selatan.
Organic Culture menonjolkan inovasi dalam menggunakan kain organik serta teknik ecoprint untuk mengurangi limbah dari proses tekstil. Sementara itu, Anantari menghadirkan estetika khas hitam-putih dengan sentuhan batik dan tenun. Sakinah by Thiffa Qaisty, di sisi lain, mencoba menggabungkan desain modern dengan elemen tekstil tradisional, termasuk detail sulaman tangan dan payet yang memperkaya setiap karyanya.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai bahwa partisipasi jenama-jenama daerah ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Menurut Teuku Riefky, “Melalui pendampingan sektor kreatif dari hulu ke hilir, kita membuktikan bahwa dengan kekuatan sendiri produk fesyen buatan anak bangsa memiliki kualitas tinggi, keunikan narasi lokal, serta daya saing kuat di tingkat dunia.”
Mengangkat tema Indonesia’s Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business, IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 tidak hanya menyajikan peragaan busana, tetapi juga pameran dagang dan forum kolaborasi bisnis. Melalui ajang ini, diharapkan untuk memperkuat ekosistem modest fashion dan mendorong posisi Indonesia menjadi pusat pengadaan fesyen modest di dunia.
Dengan dukungan yang didapat dari Kementerian Ekonomi Kreatif, para jenama lokal ini tidak hanya berusaha untuk menunjukkan produk mereka di kancah internasional, tetapi juga berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan dan keunikan budaya Indonesia dalam industri fesyen. Festival ini menjadi salah satu langkah maju dalam mempromosikan kekayaan dan keragaman fesyen modest Indonesia di mata dunia.

Komentar