DAERAH
Beranda / DAERAH / Krisis Air Bersih Puluhan Tahun, Warga Nagekeo Masih Bergantung pada Embung untuk Ternak

Krisis Air Bersih Puluhan Tahun, Warga Nagekeo Masih Bergantung pada Embung untuk Ternak

Krisis Air Bersih Puluhan Tahun, Warga Nagekeo Masih Bergantung pada Embung untuk Ternak

Krisis air bersih masih menjadi masalah mendasar yang dihadapi oleh masyarakat Kampung Geo Ola, terletak di Desa Gerodhere, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Hingga pertengahan tahun 2026, terdapat 17 kepala keluarga (KK) yang tinggal di 12 rumah di kampung ini belum mendapatkan akses ke air bersih yang cukup.

Bagi penduduk setempat, kebutuhan air sehari-hari harus dipenuhi dengan cara menempuh perjalanan sejauh dua kilometer ke lokasi embung, yang merupakan satu-satunya sumber air. Air yang diambil dari embung ini digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan juga menjadi sumber minum bagi hewan ternak. Namun, kualitas air ini dinilai kurang layak untuk dikonsumsi oleh manusia.

Ketua RT 13 di Kampung Geo Ola, Yohanes Meke Wona, mengungkapkan bahwa kondisi sulit ini telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia menjelaskan bahwa situasi menjadi semakin parah saat musim kemarau tiba, di mana debit air dari embung berkurang secara signifikan. Hal ini membuat warga harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan beberapa jeriken air.

“Untuk memperoleh lima jeriken air saja kami harus menunggu lama. Jika kami mengambil terlalu banyak, kami merasa kasihan kepada warga lain yang juga memerlukan,” keluh Yohanes. Rasa saling pengertian antarwarga ini menunjukkan betapa besarnya dampak dari kurangnya akses air bersih.

Selain masalah akses air bersih, komunitas di Geo Ola juga menghadapi kendala besar terkait infrastruktur dasar. Para warga telah berulang kali mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk membangun jaringan air bersih, memperbaiki jalan, dan menyediakan listrik, namun hingga saat ini, usulan tersebut belum juga terwujud.

Tiga Orang Tewas dalam Bentrokan di Adonara, Polisi Kesulitan Evakuasi Korban

Minimnya infrastruktur ini tidak hanya mempengaruhi akses terhadap air bersih, tetapi juga berimbas pada kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Banyak warga yang berharap agar pemerintah segera memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan dasar ini, mengingat pentingnya air bersih bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Penting bagi pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani krisis air bersih di Kampung Geo Ola. Upaya seperti pembangunan sumur bor, pemasangan pipa, atau fasilitas penampungan air dapat menjadi solusi jangka pendek yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Tindakan preventif dalam penyediaan air bersih tidak hanya akan mencegah penyakit yang disebabkan oleh air yang tercemar, tetapi juga akan mendukung pertumbuhan sosial dan ekonomi masyarakat. Ketersediaan air bersih yang memadai sangat penting untuk kegiatan pertanian, peternakan, dan kehidupan sehari-hari lainnya yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Dengan adanya perhatian dan upaya dari berbagai pihak, diharapkan krisis ini dapat diatasi sehingga masyarakat Geo Ola tidak lagi mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih yang layak. Kesejahteraan masyarakat adalah tanggung jawab bersama dan menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan yang harus diperjuangkan.

Bantuan Ternak Itik di Banten: Syarat dan Mekanisme Pengajuan untuk Kelompok

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement