KABAR KABINET
Beranda / KABAR KABINET / Menko AHY Serukan Pentingnya Keberanian dan Tanggung Jawab dalam Kepemimpinan

Menko AHY Serukan Pentingnya Keberanian dan Tanggung Jawab dalam Kepemimpinan

Menko AHY Serukan Pentingnya Keberanian dan Tanggung Jawab dalam Kepemimpinan

Keberanian mengambil keputusan dan siap mempertanggungjawabkan setiap pilihan adalah hal krusial dalam kepemimpinan. Pernyataan ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat peluncuran buku Kepemimpinan AHY.

Buku tersebut melibatkan 27 penulis muda dari beragam latar belakang, dan menjadi kejutan bagi Menko AHY sendiri, yang ternyata tidak mengetahui proses penyusunannya. “Saya sendiri tidak tahu bahwa buku ini sedang disusun dan ditulis. Sejak kapan disusunnya pun saya tidak mengetahuinya. Ternyata, buku ini dipersiapkan sebagai sebuah kejutan dalam rangka ulang tahun saya,” kata Menko AHY.

Menko AHY mengapresiasi dedikasi para penulis muda yang mengungkapkan ide dan pengamatan mereka dalam bentuk tulisan. Ia mengingatkan bahwa menjalin kebiasaan menulis sangat penting, terutama di era sekarang yang sarat dengan informasi serta tantangan seperti misinformasi dan pesatnya teknologi kecerdasan buatan.

“Kepemimpinan merupakan sebuah isu yang sangat mendasar. Kepemimpinan dibutuhkan dalam semua lingkup profesi, termasuk dalam pemerintahan, dunia politik, dunia militer, dan dunia bisnis. Nilai-nilai kepemimpinan dapat diaplikasikan secara universal,” jelas Menko AHY.

Buku ini menggambarkan perjalanan dan transformasi AHY, mulai dari karirnya di dunia militer, peranannya dalam bidang politik dan sosial, hingga amanahnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menko AHY menyatakan bahwa setiap tahap dalam perjalanan tersebut diwarnai tantangan dan ketidakpastian yang mendatangkan pelajaran tentang keberanian keluar dari zona nyaman.

Menko AHY Bahas Potensi Kerja Sama Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan untuk Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-Qatar

“Saya melihat di dalam buku ini ada sejumlah tulisan mengenai bagaimana saya menjalani sebuah transformasi, yaitu keluar dari zona nyaman dan masuk ke dalam sebuah dunia baru yang bernama politik, dengan segala risiko dan ketidakpastiannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menko AHY menegaskan pentingnya memiliki keberanian dalam mengambil keputusan besar dan bertanggung jawab atas keputusan tersebut. Ia juga berpesan pada generasi muda agar tidak ragu untuk terlibat dalam kehidupan publik.

Demokrasi memerlukan keterlibatan aktif dari warga negara, beserta sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas, untuk menyusun kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa dunia politik seharusnya bukanlah ruang yang perlu dihindari, melainkan lahan bagi generasi muda untuk menyampaikan idealisme dan gagasan mereka.

“Saya tentunya mengajak generasi muda, termasuk Generasi Z, yang mungkin kelak akan menjadi wajah-wajah baru dalam dunia politik Indonesia. Mari kita tunjukkan bahwa selalu ada jalan bagi idealisme, selalu ada jalan bagi gagasan yang baik, dan selalu ada jalan bagi mereka yang memiliki mentalitas untuk bangkit,” tambah Menko AHY.

Menurutnya, perjalanan seorang pemimpin tidak selalu mulus dan dipenuhi keberhasilan. Kemampuan untuk bangkit setelah menghadapi kegagalan adalah bagian integral dari proses pembentukan seorang pemimpin. Ini adalah pelajaran penting yang perlu dipahami oleh semua calon pemimpin masa depan.

Menko AHY: Kebijakan Memiliki Trade-Off dan Pentingnya Kapasitas Manajerial dalam Kepemimpinan

Herzaky Mahendra Putra, penyunting buku Kepemimpinan AHY, menyatakan bahwa buku ini merupakan hasil inisiatif para penulis yang dimulai persiapannya sejak Juli 2026. Para penulis memiliki latar belakang yang beragam, memberikan sudut pandang yang berbeda tentang perjalanan kepemimpinan AHY.

“Kami ingin agar kepemimpinan hari ini menjadi sebuah diskursus. Kepemimpinan perlu dibicarakan dan dibahas: apa keputusannya, bagaimana gagasannya, serta seperti apa hasil dan manfaat dari setiap keputusan dan tindakannya bagi masyarakat,” jelas Herzaky, yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Menko.

Kepemimpinan AHY dibahas dari berbagai perspektif, termasuk ekonomi, komunikasi, kesehatan, dan disiplin ilmu lainnya. Herzaky menegaskan bahwa para penulis diberi kebebasan dalam menggambarkan sosok AHY, dan buku ini bertujuan untuk membuka ruang diskusi mengenai kepemimpinan berdasarkan rekam jejak dan dampaknya bagi masyarakat.

“Kami ingin agar kepemimpinan didiskusikan dan dibahas secara terbuka, bukan hanya diramaikan oleh berbagai dukungan di media sosial,” tambahnya.

Peluncuran buku menghadirkan berbagai tokoh penting, antara lain Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, serta sejumlah menteri dan anggota DPR RI. Kehadiran mereka menandakan dukungan luas atas karya yang dihasilkan oleh para penulis muda ini.

Menko AHY: Kepemimpinan yang Efektif Tidak Bisa Berjalan Secara Otomatis

Selain itu, sejumlah penulis dari buku Kepemimpinan AHY juga hadir, seperti Afdhal Khalilullah, Adjie Alfaraby, Rio F. Pasaribu, dan banyak lagi. Kehadiran mereka menandakan antusiasme dan komitmen untuk menyuarakan gagasan kepemimpinan yang progresif bagi masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *