FIFA ASEAN Cup 2026 diperkirakan akan menjadi ajang yang sangat kompetitif. Hal ini disebabkan oleh kehadiran sejumlah besar pemain diaspora dan naturalisasi yang akan membela delapan negara peserta Divisi 1.
Turnamen ini akan diselenggarakan di dua lokasi, yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Si Jalak Harupat. Pertandingan akan berlangsung dari tanggal 25 September hingga 5 Oktober 2026.
Jumlah pemain naturalisasi yang akan bertanding di turnamen ini mencapai sekitar 80 orang, yang berasal dari delapan negara. Pemain-pemain ini memperoleh status kelayakan mereka melalui jalur keturunan atau dengan berpindah kewarganegaraan setelah memenuhi syarat masa tinggal di negara yang mereka bela.
Filipina mencatatkan rekor dengan jumlah pemain diaspora dan naturalisasi terbanyak, mencapai 19 pemain, semuanya memiliki garis keturunan Filipina. Hal ini menggambarkan betapa kuatnya ikatan budaya dan identitas yang dimiliki oleh pemain-pemain ini terhadap negara asal mereka.
Sedangkan Indonesia menempati urutan berikutnya dengan 18 pemain diaspora yang akan berlaga. Para pemain ini berkarier di berbagai kompetisi baik di dalam negeri maupun di liga Eropa, menambah kekuatan tim nasional Indonesia di ajang tersebut.
Satu nama yang mencolok dari Indonesia adalah Marc Klok, seorang gelandang yang telah menjadi warga negara Indonesia setelah memenuhi persyaratan tinggal. Sayangnya, meskipun memiliki status kewarganegaraan, Klok tidak akan bergabung dengan skuad untuk turnamen kali ini, yang menjadi sorotan banyak penggemar.
Malaysia juga tidak ketinggalan, dengan membawa 12 pemain ke turnamen ini. Dari jumlah tersebut, sembilan pemain merupakan keturunan Malaysia, sementara tiga pemain lainnya mendapatkan kewarganegaraan melalui jalur masa tinggal di negara tersebut. Nama-nama yang perlu diperhatikan di antaranya Bergson da Silva, Manuel Hidalgo, dan Paulo Josue.
Dengan banyaknya pemain diaspora dan naturalisasi yang terlibat, FIFA ASEAN Cup 2026 dipastikan akan menyajikan pertandingan yang menarik. Kompetisi ini tidak hanya akan menguji keterampilan para pemain tetapi juga menyoroti keragaman budaya di dalam tim-tim peserta. Momen bersejarah ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi pengembangan sepak bola di kawasan ASEAN dan meningkatkan kualitas permainan di tingkat internasional.

Komentar