Fathimah Azzahra menarik perhatian publik setelah berpartisipasi dalam perdebatan dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung pada demonstrasi mahasiswa. Aksi ini berlangsung pada 18 Agustus 2026, ketika ratusan mahasiswa berkumpul untuk menyampaikan pendapat mereka.
Selama demonstrasi, Fathimah tidak hanya menjadi bagian dari massa, tetapi juga berani naik ke mobil komando untuk memberikan arahan kepada rekan-rekannya. Ia terlibat dalam diskusi dengan pihak aparat mengenai fungsi mobil komando sebagai alat untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa.
Di luar kegiatannya dalam demonstrasi, Fathimah adalah seorang mahasiswa kedokteran yang aktif terlibat dalam berbagai organisasi, penelitian, advokasi, dan kegiatan edukasi untuk masyarakat.
Fathimah Azzahra saat ini merupakan mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), angkatan 2023. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan menengah di SMAN 3 Depok dan menunjukkan bakatnya dengan berhasil diterima di Universitas Indonesia melalui jalur Talent Scouting pada Program Kelas Khusus Internasional (KKI).
Ia resmi menjadi bagian dari mahasiswa UI pada 28 Agustus 2023. Meskipun masih dalam tahap pendidikan kedokteran, Fathimah aktif mengikuti beragam kegiatan akademik dan organisasi. Salah satu peran yang pernah ia jalani adalah sebagai Head of Community of Neuroscience and Psychiatry (CORE) FK UI, yang fokus pada edukasi kesehatan jiwa bagi masyarakat.
Fathimah juga memiliki pengalaman organisasi yang cukup luas di tingkat universitas. Ia pernah menjabat sebagai Head of 2nd Commission Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UI, sebuah posisi yang berperan penting dalam pengawasan proses demokrasi di lingkungan kampus. Pengalaman ini memberikan bekal berharga bagi Fathimah untuk menjalankan aktivitas organisasi mahasiswa dengan lebih baik.
Pada tahun 2026, Fathimah diamanahi posisi sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, mendampingi Yatalathof Ma’shum Imawan yang menjabat sebagai Ketua. Melalui posisinya di organisasi, Fathimah terlibat dalam berbagai isu publik dan kebijakan pemerintah yang menjadi sorotan mahasiswa.
Tidak hanya aktif dalam organisasi, Fathimah juga memiliki pencapaian di bidang penelitian. Pada tahun 2025, ia berhasil meraih Juara I dalam kompetisi riset nasional The 17th Liver Update dengan penelitiannya di bidang hepatologi. Selain itu, Fathimah juga pernah menjadi orator dalam aksi bertema Independence of the Medical Profession yang diadakan bersama Dewan Guru Besar FK UI. Kegiatan-kegiatan ini menunjukkan bahwa Fathimah tidak hanya fokus pada pendidikan kedokteran, tetapi juga aktif dalam penelitian dan advokasi kesehatan.
Sebelum terlibat dalam aksi demonstrasi pada 18 Agustus 2026, Fathimah juga dikenal karena pandangannya yang kritis terhadap beberapa kebijakan pemerintah. Ia pernah menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam sebuah forum diskusi, di mana ia menegaskan perlunya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses pendidikan dan infrastruktur, sebelum meluncurkan program-program yang lebih luas.
Pernyataan kritisnya ini menarik perhatian di media sosial dan membantu memperkenalkan Fathimah sebagai salah satu aktivis mahasiswa yang vokal dalam menyuarakan kritik terhadap kebijakan publik.
Kembali menjadi perhatian publik, Fathimah terlibat dalam demonstrasi BEM UI pada tanggal 18 Agustus 2026. Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengalami kendala ketika berusaha bergerak dari kawasan Sudirman menuju Bundaran Hotel Indonesia. Masalah muncul mengenai penggunaan mobil komando yang digunakan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Komentar