NASIONAL
Beranda / NASIONAL / Kabut Asap Makin Pekat, Pemkot Pontianak Liburkan Sekolah dan Laporan Kasus ISPA Meningkat

Kabut Asap Makin Pekat, Pemkot Pontianak Liburkan Sekolah dan Laporan Kasus ISPA Meningkat

Kabut Asap Makin Pekat, Pemkot Pontianak Liburkan Sekolah dan Laporan Kasus ISPA Meningkat

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali mengganggu aktivitas masyarakat. Kualitas udara yang memburuk menyebabkan Pemerintah setempat memutuskan untuk menghentikan sementara pembelajaran tatap muka bagi siswa di tingkat TK, PAUD, SD, dan SMP.

Kebijakan ini diambil setelah pengamatan menunjukkan kualitas udara yang tidak sehat terjadi pada malam hingga dini hari. Pemerintah kemudian mengarahkan agar kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring sampai kondisi udara kembali membaik.

Wali Kota setempat mengungkapkan bahwa konsentrasi partikel udara di suatu daerah sempat melampaui 200 mikrogram per meter kubik pada Senin malam.

“Kabut asap sudah menyelimuti kota kami. Dari hasil pengukuran kualitas udara, kondisi malam itu berada dalam kategori tidak sehat,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas udara menunjukkan perbaikan menjadi kategori sedang pada pagi hari. Meski demikian, pemerintah tetap mengambil tindakan pencegahan karena partikel asap biasanya lebih terkonsentrasi dekat permukaan pada malam hingga pagi hari.

Gempa M 6,0 Susulan Guncang Gorontalo Setelah Gempa Besar M 7,7 di Filipina

“Ini menyebabkan kualitas udara pada malam hingga subuh menjadi sangat buruk, bahkan hingga dinyatakan tidak sehat,” tambahnya.

Menanggapi situasi ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran yang meminta sekolah-sekolah di wilayah tersebut untuk menghentikan pembelajaran tatap muka secara sementara.

Para siswa dari TK hingga SMP diminta untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah secara daring. Kebijakan ini belum memiliki batas waktu yang pasti dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara.

“Libur sekolah kita lakukan sambil menunggu kondisi kualitas udara membaik. Jika situasi sudah berada dalam kategori sedang, kita akan mengembalikan kegiatan pembelajaran ke normal,” ungkapnya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah, terutama untuk anak-anak yang lebih rentan terkena dampak asap. Warga yang terpaksa keluar rumah diharapkan menggunakan masker.

Aktivitas Selat Hormuz Normal Kembali, Harga Minyak Dunia Turun di Bawah US$70 per Barel

Dampak dari kabut asap tidak hanya memengaruhi sektor pendidikan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Tercatat adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan, kasus ISPA meningkat sekitar lima persen. Pemerintah saat ini masih mengevaluasi sejauh mana kondisi kualitas udara berkontribusi terhadap lonjakan tersebut.

“Ada kenaikan sekitar lima persen, dan kami akan terus memantau untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keadaan ini terhadap jumlah penderita ISPA,” jelasnya.

Pemerintah daerah telah meminta fasilitas kesehatan, rumah sakit, dan pusat kesehatan masyarakat untuk mempersiapkan oksigen sebagai langkah antisipasi jika terjadi peningkatan jumlah pasien dengan gangguan pernapasan.

Masyarakat juga diminta untuk segera mengunjungi fasilitas kesehatan jika mengalami gejala ISPA, apalagi ketika kabut asap semakin pekat.

Tragedi Kapal Rohingya di Myanmar: Lebih dari 500 Korban Diduga Tewas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement