Partai Gerindra berhasil menduduki peringkat teratas dalam hasil survei elektabilitas partai politik yang dilaksanakan oleh Parameter Politik Indonesia. Jika pemilihan anggota legislatif diadakan pada saat survei ini dilakukan, Gerindra meraih elektabilitas sebesar 18,3 persen, mengungguli PDI Perjuangan yang mendapatkan 14,0 persen, Partai Golkar 13,0 persen, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 9,7 persen, dan Partai Demokrat yang berada di angka 7,7 persen.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa Gerindra masih menjadi pilihan utama yang dominan di dalam peta politik nasional.
Di bawah lima partai teratas, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengantongi 6,9 persen, diikuti oleh Partai NasDem 5,7 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 5,6 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 3,4 persen, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang memperoleh 2,6 persen.
Menariknya, sekitar 10,2 persen responden belum menentukan pilihan mereka.
Salah satu temuan signifikan dalam survei ini adalah alasan utama masyarakat memilih Gerindra. Sebanyak 29,2 persen pemilih Gerindra menyatakan ketertarikan mereka terhadap Prabowo Subianto sebagai motivasi pemilihan partai tersebut. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan alasan berikutnya, yaitu 9,2 persen yang mengenal partai tersebut dan 7,6 persen yang merasakan atau membuktikan kinerja partai.
Alasan lain yang muncul termasuk penilaian positif terhadap tokoh partai sebesar 6,5 persen, pemimpin yang tegas 5,4 persen, bantuan yang pernah diberikan 4,3 persen, serta penilaian baik terhadap partai itu sendiri 4,3 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa sosok figur memiliki hubungan yang erat dengan pilihan menuju Gerindra, di mana Prabowo Subianto menjadi nama yang paling sering diungkapkan oleh para pemilih Gerindra.

Survei ini melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, dan 120 desa/kelurahan. Responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, dengan stratifikasi yang memperhatikan jenis kelamin dan agama.
Wawancara dilakukan secara tatap muka dalam rentang waktu 20 Juli–3 Agustus 2026. Kerangka sampling menggunakan data kelurahan dan jumlah pemilih tahun 2024 yang diambil dari KPU RI.
Survei ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error 2,8 persen. Selain itu, Parameter Politik Indonesia menerapkan pengendalian kualitas, termasuk pemeriksaan terhadap 50 persen responden serta supervisi berlapis oleh koordinator daerah dan peneliti.
Secara keseluruhan, hasil survei ini memberikan wawasan mengenai posisi partai politik dalam pandangan publik serta faktor-faktor yang mendorong pilihan pemilih. Dalam konteks Gerindra, kedekatan dan ketertarikan terhadap figur Prabowo Subianto merupakan faktor terkuat yang disebutkan oleh pemilih partai tersebut, diikuti oleh pengenalan terhadap partai dan persepsi mengenai kinerjanya.

Komentar