NASIONAL
Beranda / NASIONAL / Aktivitas Selat Hormuz Normal Kembali, Harga Minyak Dunia Turun di Bawah US$70 per Barel

Aktivitas Selat Hormuz Normal Kembali, Harga Minyak Dunia Turun di Bawah US$70 per Barel

Aktivitas Selat Hormuz Normal Kembali, Harga Minyak Dunia Turun di Bawah US$70 per Barel

Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan, dengan harga yang jatuh di bawah US$70 per barel. Keadaan ini terjadi bersamaan dengan membaiknya aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menjadi salah satu tulang punggung perdagangan energi global.

Pada perdagangan yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026), harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) sempat menyentuh angka US$69,63 per barel. Namun, harga tersebut ditutup dengan relatif stabil di kisaran US$70,34 per barel. Penurunan ini menandakan berkurangnya kekhawatiran pasar akan kemungkinan gangguan pasokan minyak secara global.

Menariknya, meskipun harga minyak mengalami penurunan, stok minyak di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, Amerika Serikat justru menunjukkan tanda-tanda penurunan. Berdasarkan data terbaru, cadangan minyak di fasilitas tersebut kini berada di angka sekitar 19 juta barel, yang merupakan level terendah dalam lebih dari satu dekade.

Dalam konteks sejarah, penurunan stok di Cushing sering kali menjadi sinyal terbatasnya pasokan minyak yang pada umumnya dapat mendorong harga minyak untuk naik. Namun pada kesempatan kali ini, sentimen pasar tampaknya lebih dipengaruhi oleh perbaikan dalam arus distribusi minyak di tingkat internasional serta berkurangnya risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Sebelum pergerakan harga ini, minyak sempat mengalami lonjakan signifikan hingga mendekati angka US$120 per barel. Lonjakan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan ini telah mengubah dinamika pasar dan menciptakan kekhawatiran yang lebih besar terkait dengan pasokan minyak global.

Gempa M 6,0 Susulan Guncang Gorontalo Setelah Gempa Besar M 7,7 di Filipina

Dengan membaiknya aktivitas distribusi dan menurunnya ketegangan di kawasan yang sering menjadi sumber masalah pasokan, pasar minyak global kini terlihat lebih stabil. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lain seperti keadaan geopolitik dan logistik pengiriman minyak sangat berpengaruh terhadap pergerakan harga minyak di pasar internasional.

Ke depan, para pelaku pasar akan terus memantau berbagai faktor yang dapat mempengaruhi harga minyak, termasuk perubahan dalam kebijakan pemerintah, situasi politik di negara-negara penghasil minyak, dan tren permintaan energi secara global. Dengan dinamika yang terus berubah, harga minyak dipastikan akan terus berfluktuasi mengikuti perkembangan situasi yang ada.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement