NASIONAL
Beranda / NASIONAL / Sinyal Jurnalis di Selat Sunda Ditemukan, Kemkominfo Ungkap Kontak Terakhir

Sinyal Jurnalis di Selat Sunda Ditemukan, Kemkominfo Ungkap Kontak Terakhir

Sinyal Jurnalis di Selat Sunda Ditemukan, Kemkominfo Ungkap Kontak Terakhir

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terlibat dalam usaha pelacakan jejak komunikasi yang melibatkan lima jurnalis dan tiga warga yang hilang di perairan Selat Sunda. Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan jaringan dari operator seluler serta sistem pemantauan spektrum frekuensi radio.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa Kemkomdigi telah bekerja sama dengan tiga operator seluler dalam upaya memantau aktivitas Base Transceiver Station (BTS) yang ada di sekitar Selat Sunda, baik dari wilayah Banten maupun Lampung.

“Melalui balai monitoring frekuensi yang ada di Banten dan Lampung, kita terus melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap,” jelas Nezar saat meninjau Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, pada Sabtu.

Melalui koordinasi dengan pihak operator seluler, Kemkomdigi mendapatkan informasi mengenai kontak terakhir dari rombongan yang hilang. Nezar menyebutkan bahwa aktivitas komunikasi terakhir terdeteksi pada 7 September 2026 di Pulau Sebesi, sebuah wilayah yang dekat dengan Gunung Anak Krakatau.

“Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses, berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi,” imbuhnya. Informasi ini kemudian diserahkan kepada tim SAR untuk menjadi acuan dalam menentukan lokasi yang perlu diperiksa selama operasi pencarian.

Gaya KDM Soal Peluang Maju di Pilpres 2029 Viral, Netizen Bandingkan dengan Mas Jokowi di DKI Jakarta

Kemkomdigi tetap melakukan pemantauan terhadap sinyal yang tertangkap melalui fasilitas Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio yang terletak di Banten dan Lampung.

Rombongan yang saat ini dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan satu pemandu. Mereka sedang berada di perairan Selat Sunda untuk melaksanakan tugas jurnalistik dan memantau aktivitas di Gunung Anak Krakatau sebelum mereka kehilangan kontak.

Memasuki hari kelima pencarian, tim SAR memperluas area penyisiran untuk mencari keberadaan delapan orang tersebut. Tim SAR dari Banten, bersama dengan personel TNI Angkatan Laut dan Polairud, mengerahkan 14 kapal serta satu helikopter dalam operasi pencarian.

Pencarian yang diperluas ini dimaksudkan untuk mencakup beberapa titik yang diperkirakan sebagai lokasi terakhir rombongan tersebut.

Selain mengawasi pelacakan sinyal, Kemkomdigi juga aktif memantau informasi yang beredar di platform digital mengenai hilangnya rombongan tersebut. Nezar mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung mempercayai segala informasi yang beredar dan mendorong mereka agar memeriksa kebenaran informasi tersebut. Masyarakat disarankan untuk merujuk pada pernyataan resmi dari pihak yang terlibat dalam operasi pencarian sebagai sumber utama informasi.

Gerindra Kalahkan PDIP dalam Survei Poltracking, Berikut Respons Sugiat Santoso

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *