DAERAH
Beranda / DAERAH / Truk dan Alat Berat Terjun ke Sungai Batanghari, Satu orang Tewas

Truk dan Alat Berat Terjun ke Sungai Batanghari, Satu orang Tewas

Truk dan Alat Berat Terjun ke Sungai Batanghari, Satu orang Tewas

Kecelakaan terjadi di ponton penyeberangan di Desa Teluk Rendah Ulu, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi. Dalam insiden tersebut, sebuah truk yang mengangkut cangkang kelapa sawit dan dilengkapi dengan alat berat jenis backhoe terjatuh ke Sungai Batanghari saat proses evakuasi sedang dilakukan.

Peristiwa nahas ini berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026, sekitar pukul 12.30 WIB. Akibat dari kecelakaan tersebut, operator alat berat yang diketahui berinisial ED, seorang pria berusia 37 tahun dan warga setempat, kehilangan nyawanya.

Setelah kejadian, jenazah ED langsung dimakamkan oleh pihak keluarga pada sore hari yang sama. Kejadian ini tentu saja menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga dan kerabatnya.

Kapolsek Tebo Ilir, AKP Adha Fristanto, menjelaskan bahwa kejadian berawal ketika truk Mitsubishi berwarna kuning dengan nomor polisi BH 8265 EJ mengalami kerusakan. Truk tersebut mengalami patah as saat berada di atas ponton penyeberangan, yang mengakibatkan proses evakuasi menjadi sulit.

Truk yang sedang membawa cangkang kelapa sawit tersebut berusaha dievakuasi menggunakan alat berat. Operator backhoe berupaya mendorong truk dari bagian belakang untuk membantu kendaraan keluar dari ponton. Namun, saat proses evakuasi berlangsung, sebuah insiden tak terduga terjadi.

Kebakaran di Gunung Andong Magelang Hanguskan 3,67 Hektare Hutan, Viral di Media Sosial

Ketika proses evakuasi sedang dilakukan, posisi truk secara tiba-tiba bergerak mundur. Pada saat yang sama, ponton yang menjadi tempat truk berada juga mengalami pergeseran menuju bagian tengah sungai. Kombinasi dari dua faktor ini menyebabkan truk terjatuh ke dalam aliran Sungai Batanghari.

Keberadaan alat berat dalam situasi tersebut seharusnya bisa membantu, namun malangnya, ketidakstabilan ponton dan posisi truk yang tidak terduga justru menambah risiko keselamatan. Kecelakaan itu pun menjadi bukti bahwa operasional alat berat di area yang rawan bisa menjadi sangat berbahaya.

Kecelakaan ini bukan hanya menimbulkan kerugian dari segi material, tetapi juga membawa dampak emosional yang mendalam bagi keluarga korban. Kehilangan seorang anggota keluarga, terutama dalam situasi seperti ini, memberi kesedihan yang luar biasa. Dalam hal tersebut, pihak keluarga telah melakukan pemakaman dengan penuh rasa haru dan duka.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan yang terjadi. Penanganan di lokasi kejadian juga akan melibatkan berbagai pihak agar kejadian serupa dapat dihindari di masa mendatang.

Insiden ini memberikan pelajaran penting tentang keselamatan dalam operasional alat berat dan perlunya pengecekan menyeluruh sebelum melakukan evakuasi di area yang berbahaya. Dengan demikian, upaya pencegahan kecelakaan di masa depan dapat lebih dimaksimalkan, menjaga keselamatan bagi semua pihak yang terlibat.

Santri Mengalami Trauma Setelah Diduga Dianiaya Ustaz di Ponpes Al-Fahd Palembang

Ke depan, penting untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan kerja serta prosedur evakuasi yang lebih baik, agar tragedi seperti ini tidak terulang kembali. Komitmen dari semua pihak sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement