DAERAH
Beranda / DAERAH / Pemkab Sumenep Bagikan BLT DBHCHT 2026: 2.600 Buruh Tembakau Terima Rp900 Ribu Masing-Masing

Pemkab Sumenep Bagikan BLT DBHCHT 2026: 2.600 Buruh Tembakau Terima Rp900 Ribu Masing-Masing

Pemkab Sumenep Bagikan BLT DBHCHT 2026: 2.600 Buruh Tembakau Terima Rp900 Ribu Masing-Masing

Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung 2.600 buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di daerah tersebut.

Proses penyaluran bantuan dilakukan pada hari Rabu sebagai bagian dari inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dalam sektor pertembakauan. Upaya ini merupakan langkah konkret untuk memberikan dukungan kepada mereka yang terlibat dalam industri yang vital ini.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A), Abd Rahman Riadi, mengungkapkan bahwa jumlah penerima bantuan tersebut terdiri dari 1.632 buruh pabrik rokok yang tersebar di 61 perusahaan dan 968 buruh tani tembakau yang berasal dari 30 desa di berbagai kecamatan.

Rahman menjelaskan bahwa data mengenai penerima manfaat ditentukan melalui kolaborasi antara berbagai organisasi perangkat daerah. Dalam hal ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyuplai data buruh tani tembakau berdasarkan daftar by name by address (BNBA). Untuk buruh pabrik rokok sendiri, datanya diperoleh dari Dinas Ketenagakerjaan. Sinergi antar instansi ini bertujuan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan para buruh. Sektor pertembakauan, yang menjadi sumber mata pencaharian banyak orang, kini menghadapi berbagai tantangan. Melalui bantuan ini, diharapkan buruh tani dan pekerja pabrik dapat merasa lebih diperhatikan dan sejahtera.

Tiga Orang Tewas dalam Bentrokan di Adonara, Polisi Kesulitan Evakuasi Korban

Program BLT ini tidak hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga sebagai pengakuan atas kontribusi para buruh dalam industri tembakau. Dengan bantuan ini, diharapkan mereka dapat mempertahankan kesejahteraan mereka dan keluarga mereka, meskipun dalam situasi yang mungkin sulit.

Kerja sama antar instansi pemerintah ini mencerminkan komitmen yang kuat untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran. Proses penyusunan data yang melibatkan berbagai pihak menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial.

Melalui kegiatan ini, diharapkan juga akan muncul kesadaran yang lebih besar tentang pentingnya dukungan kepada para pekerja di sektor pertembakauan. Diharapkan, keberlanjutan program ini dapat menjamin bahwa buruh tidak hanya menerima bantuan pada saat-saat tertentu, tetapi juga mendapatkan perhatian yang lebih luas terhadap kondisi hidup dan kerja mereka.

Dalam jangka panjang, penyaluran bantuan seperti ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kinerja sektor pertembakauan, serta menjamin keberlangsungan hidup para buruh yang terlibat di dalamnya.

Bantuan Ternak Itik di Banten: Syarat dan Mekanisme Pengajuan untuk Kelompok

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement