NASIONAL
Beranda / NASIONAL / Update Pencarian 5 Jurnalis Hilang Hari Ketujuh dengan Jarak Pandang 1,5 Mil

Update Pencarian 5 Jurnalis Hilang Hari Ketujuh dengan Jarak Pandang 1,5 Mil

Update Pencarian 5 Jurnalis Hilang Hari Ketujuh dengan Jarak Pandang 1,5 Mil

Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda kini telah memasuki hari ketujuh. Pada Senin, operasi ini tetap berlanjut meskipun tim SAR Lampung menghadapi tantangan signifikan akibat jarak pandang yang terbatas, yang disebabkan oleh kabut tebal.

Tim SAR melakukan penyisiran di Sektor Z dengan menggunakan KN SAR Basudewa, yang membawa 27 personel gabungan. Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Pelindo Panjang menuju wilayah yang ditentukan sekitar pukul 08.00 WIB. Area pencarian mencakup sekitar 512 mil laut persegi, termasuk perairan Pulau Tabuan dan Teluk Semangka.

Nakhoda KN SAR Basudewa Lampung, Capt. M. Fadli, mengungkapkan bahwa kondisi gelombang pada pagi hari cukup mendukung operasi pencarian. Ketinggian gelombang yang tercatat antara 0,5 hingga 0,7 meter dianggap relatif aman.

Namun, meskipun situasi gelombang menguntungkan, tantangan yang dihadapi adalah kabut yang membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas, hanya berkisar antara 1 hingga 1,5 mil laut. “Namun demikian, kendalanya saat ini adalah visibilitas yang terbatas. Kemungkinan jarak pandang kurang lebih 1 sampai 1,5 mil,” jelas Fadli.

Keterbatasan visibilitas ini sangat menyulitkan tim untuk melakukan pengamatan secara langsung terhadap kemungkinan keberadaan korban maupun speedboat yang hilang. Untuk itu, tim SAR terus berupaya memaksimalkan penggunaan peralatan pendukung seperti teropong binokular agar dapat melakukan pengamatan lebih efektif saat penyisiran.

Gaya KDM Soal Peluang Maju di Pilpres 2029 Viral, Netizen Bandingkan dengan Mas Jokowi di DKI Jakarta

Selain kabut, kondisi cuaca yang kurang bersahabat beberapa hari sebelumnya juga memberikan tantangan besar bagi tim SAR. Kecepatan angin yang tinggi sebelumnya menyebabkan upaya pencarian tidak dapat dilakukan secara maksimal di beberapa area.

“Untuk beberapa hari sebelumnya memang kondisi cuaca kurang bersahabat. Kecepatan angin cukup tinggi sehingga menyulitkan tim SAR dalam melaksanakan penyisiran beberapa area,” ungkap Fadli.

Penetapan Sektor Z sebagai lokasi pencarian dilakukan berdasarkan pemetaan SAR Map Prediction. Hasil pemetaan ini menunjukkan bahwa rombongan yang hilang kemungkinan bergerak mengarah ke kawasan sekitar Teluk Semangka, serta beberapa wilayah di Samudra Hindia.

Hari ketujuh dalam operasi pencarian ini menjadi batas waktu sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Meski demikian, akhir dari periode ketujuh tidak berarti bahwa pencarian akan terhenti apabila tim menemukan petunjuk baru terkait keberadaan korban.

“Sesudah dengan SOP, hari ini adalah pencarian terakhir. Namun demikian, apabila terdapat tanda-tanda keberadaan korban, masih bisa diperpanjang,” jelas Fadli. Keputusan mengenai kemungkinan perpanjangan operasi pencarian akan ditentukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten sebagai Search Mission Coordinator (SMC).

Gerindra Kalahkan PDIP dalam Survei Poltracking, Berikut Respons Sugiat Santoso

“Kita menunggu update dari SMC dari Banten,” tambahnya. Tim SAR tetap bersiaga untuk melanjutkan pencarian jika ada sepucuk informasi baru yang dapat mengarahkan mereka kepada keberadaan jurnalis dan kru speedboat yang hilang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *