Nama Prof. Akhmad Sodiq sedang menjadi perbincangan hangat setelah dilakukannya operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tanggal 20 Agustus 2026. Ia adalah Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan termasuk di antara 14 individu yang diamankan dalam operasi tersebut. Dari total tersebut, 12 orang ditangkap di Purwokerto, sementara dua lainnya diciduk di Jakarta.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi tentang penindakan ini. Dalam rangkaian operasi ini, KPK juga berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai yang mencapai ratusan juta rupiah.
Keterlibatan Akhmad Sodiq dalam kasus ini menarik perhatian publik, terutama mengingat reputasinya sebagai akademisi dan pemimpin sebuah perguruan tinggi.
Akhmad Sodiq dikenal sebagai seorang akademisi yang mempunyai latar belakang dalam keilmuan peternakan serta ilmu hewan. Ia memulai perjalanan pendidikannya dengan menuntut ilmu di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman.
Setelah menyelesaikan program sarjananya, Akhmad Sodiq melanjutkan pendidikan ke luar negeri untuk meraih gelar magisternya di George-August University dalam bidang Animal Science.
Tidak berhenti sampai di situ, ia kemudian mengambil pendidikan doktoral di Kassel University, juga pada bidang yang sama, Animal Science. Latar belakang pendidikan ini menjadi dasar bagi karirnya sebagai dosen dan akademisi di Universitas Jenderal Soedirman.
Sebelum mengemban posisi sebagai rektor, Akhmad Sodiq telah mengantongi berbagai penghargaan dalam perjalanan akademiknya. Ia menerima Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada tahun 2017.
Selain itu, ia juga merupakan penerima Unsoed Award dalam kategori Pengabdian kepada Masyarakat. Prestasinya sebagai dosen pun mendapatkan pengakuan, dengan penghargaan Dosen Berprestasi III Universitas Jenderal Soedirman pada tahun 2006, serta Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan di unversitas yang sama.
Kemudian, tiga tahun berikutnya, ia kembali dinyatakan sebagai Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan dan Dosen Berprestasi II di tingkat universitas. Selain itu, ia telah diakui sebagai Dosen Berprestasi di Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat oleh Fakultas Peternakan Unsoed.
Di luar kegiatan akademis, Akhmad Sodiq juga aktif dalam berbagai organisasi profesi serta kegiatan sosial. Ia menjabat sebagai Dewan Pengawas DPW Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) di Jawa Tengah dan pernah menjabat sebagai Ketua Cabang ISPI Jawa Tengah 2.
Di samping itu, ia juga pernah menjadi Dewan Pakar I pada Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI). Keterlibatan sosialnya semakin luas dengan posisinya sebagai Dewan Pembina Asosiasi Sarjana Membangun Desa (SMD) di Jawa Tengah serta sebagai Dewan Pembina Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Unsoed.
Akhmad Sodiq juga berpartisipasi dalam organisasi keagamaan, sebagai A’wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas, dan menjabat sebagai Dewan Kehormatan di Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) di wilayah yang sama.

Komentar