HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Mengenal Hantavirus: Penularan, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Mengenal Hantavirus: Penularan, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Mengenal Hantavirus: Penularan, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Hantavirus kembali menarik perhatian masyarakat seiring dengan laporan mengenai kasus baru. Penyakit ini menjadi topik penting untuk diperhatikan karena terkait dengan kontak dengan tikus atau hewan pengerat lain yang terinfeksi.

Penyakit yang termasuk dalam kategori jarang ini dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius jika tidak ditangani dengan cepat.

Secara umum, Hantavirus merupakan kelompok virus yang berpotensi menyebabkan gangguan pada paru-paru, pembuluh darah, dan ginjal. Dalam konteks medis, infeksi dari virus ini dapat muncul dalam dua bentuk utama: Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang terutama menyerang paru-paru, dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yang berpengaruh pada sistem pembuluh darah dan ginjal.

Penyakit ini tergolong zoonosis, yang artinya penularannya berasal dari hewan kepada manusia. Tikus adalah sumber utama penularan virus ini. Manusia bisa terinfeksi setelah bersentuhan dengan urine, tinja, atau air liur dari tikus yang terinfeksi.

Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui inhalasi partikel udara yang terkontaminasi Hantavirus. Risiko lain muncul ketika makanan atau minuman terpapar kotoran, urine, atau air liur tikus dan kemudian dikonsumsi. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan penyimpanan makanan sangat penting untuk mengurangi risiko infeksi.

BPJS Kesehatan Ungkap 21 Layanan yang Tidak Tercakup, Simak Daftarnya di Sini

Secara umum, Hantavirus tidak mudah menular dari satu orang ke orang lain. Namun demikian, terdapat isu mengenai strain Andes Hantavirus yang ditemukan di Amerika Selatan, yang dalam kasus tertentu dapat menular antar manusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan. Meskipun demikian, penularan tersebut masih tergolong langka dan strain ini belum terdeteksi di Indonesia hingga Mei 2026.

Gejala dari Hantavirus tidak selalu muncul segera setelah terpapar. Biasanya, keluhan dapat muncul dalam rentang waktu satu hingga delapan minggu setelah infeksi. Pada tahap awal, gejala yang dialami bisa mirip dengan infeksi lainnya, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, nyeri perut, diare, dan kelelahan.

Jika virus ini menyerang paru-paru, gejala yang dapat muncul meliputi batuk, sesak napas, nyeri dada, detak jantung yang cepat, dan pembengkakan pada paru-paru. Di sisi lain, jika infeksi ini mempengaruhi ginjal dan pembuluh darah, gejala yang dapat terjadi antara lain tekanan darah rendah, perdarahan, gangguan aliran darah, kebocoran plasma, hingga gagal ginjal akut.

Kelompok yang lebih berisiko untuk terinfeksi Hantavirus meliputi individu yang tinggal di daerah yang banyak terdapat tikus, pekerja yang sering memiliki kontak dengan hewan pengerat, petugas pengendalian hama, pekerja konstruksi, dan orang-orang yang melakukan kegiatan di luar ruangan seperti berkemah atau mendaki gunung.

Fakta Kasus Hantavirus di Kalimantan Barat: Satu Pasien Meninggal Dunia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *