Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang sedang mengambil langkah cepat untuk mengatasi dampak kekeringan yang mempengaruhi lahan pertanian di daerah irigasi Saddang. Dalam upaya ini, pemompaan air irigasi dilakukan guna memenuhi kebutuhan air bagi tanaman dan menjaga keberlangsungan pertanaman di area sawah yang terdampak.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengemukakan bahwa masalah kekeringan tidak hanya berkaitan dengan pengurangan ketersediaan air. Ia menekankan bahwa isu ini juga berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. “Kami tidak ingin masyarakat harus menunggu sampai kondisi semakin sulit untuk mendapatkan air. Penanganan di lapangan harus cepat, tepat sasaran, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah,” ujar Menteri Dody.
Pada tanggal 1 Oktober 2026, pemompaan air dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Di Desa Makkawaru, Kecamatan Mattiro Bulu, sebanyak 8 hektare sawah terjangkau oleh pompanisasi. Sementara itu, di Desa Mallongi-Longi, Kecamatan Lanrisang, area yang ditangani mencakup sekitar 7 hektare. Secara keseluruhan, dukungan pasokan air mencapai total 15 hektare lahan pertanian.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara BBWS Pompengan Jeneberang dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dari wilayah UPT Alita Carawali. Untuk pemompaan, dua unit pompa Alcon dengan diameter 3 inci digunakan, masing-masing memiliki kapasitas pemompaan hingga 15 liter per detik. Air hasil pemompaan tersebut kemudian dialirkan ke jaringan irigasi dan lahan pertanian yang membutuhkan tambahan pasokan air.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air agar dapat merespons kondisi di lapangan dengan lebih baik. Salah satu langkah yang diambil adalah memaksimalkan sarana dan prasarana pengairan serta memberikan dukungan pemompaan di wilayah-wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Upaya ini merupakan bagian penting dari strategi menjaga keberlangsungan layanan irigasi dan mendukung produksi pertanian, khususnya di daerah yang menghadapi tantangan akibat kondisi hidrologis yang sulit serta terbatasnya ketersediaan air. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah, pengelola jaringan irigasi, dan P3A, diharapkan penanganan kekeringan di wilayah irigasi Saddang dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.
Dengan demikian, ketersediaan air yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal demi mempertahankan produktivitas lahan pertanian. Upaya ini menunjukkan betapa pentingnya peran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung para petani dalam menghadapi tantangan yang ada.

Komentar