NASIONAL
Beranda / NASIONAL / Golkar Mengungkap Mundurnya Nusron Wahid dari Pengurus DPP Sejak Lama

Golkar Mengungkap Mundurnya Nusron Wahid dari Pengurus DPP Sejak Lama

Golkar Mengungkap Mundurnya Nusron Wahid dari Pengurus DPP Sejak Lama

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid telah mengambil langkah untuk mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar lebih dari enam bulan yang lalu. Keputusan ini terungkap setelah konfirmasi oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji.

Sarmuji mengonfirmasi bahwa Nusron tidak lagi terlibat dalam struktur kepengurusan partai. Ia menyatakan bahwa pengunduran diri tersebut telah berlangsung cukup lama, “Sudah lama. Seingat saya lebih dari enam bulan lalu,” ujarnya.

Sarmuji juga menegaskan bahwa meski Nusron telah mundur dari kepengurusan DPP, ia tetap menjadi anggota atau kader biasa Partai Golkar. Sebelum pengunduran dirinya, Nusron menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar untuk periode 2024 hingga 2029 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.

Jabatan tersebut merupakan bagian dari Fungsi Elektoral 1. Menurut Sarmuji, Nusron mengajukan pengunduran dirinya secara langsung kepada Bahlil. Namun, Sarmuji tidak mengungkapkan alasan di balik keputusan tersebut. “Mungkin ingin fokus ke hal lain,” tambahnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia juga menyebutkan bahwa Nusron mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP beberapa bulan lalu. Doli, seperti Sarmuji, belum memberikan keterangan mengenai alasan di balik keputusan tersebut.

Gaya KDM Soal Peluang Maju di Pilpres 2029 Viral, Netizen Bandingkan dengan Mas Jokowi di DKI Jakarta

Informasi mengenai pengunduran diri Nusron dari kepengurusan Partai Golkar datang pada saat namanya menjadi sorotan publik karena penyidikan yang dilakukan oleh KPK di lingkungan Kementerian ATR/BPN. KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan terkait dugaan suap yang melibatkan pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk. Proses hukum ini berkembang dengan penetapan sejumlah tersangka.

Nusron sendiri telah menyatakan bahwa ia menghormati semua proses hukum yang sedang berlangsung dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum. Ia juga menyampaikan bahwa ia tidak mengetahui secara rinci mengenai kasus yang sedang diselidiki tersebut.

Keputusan untuk mundur dari kepengurusan partai ini menimbulkan beragam spekulasi di kalangan publik, terutama mengingat situasi yang sedang dihadapi Kementerian ATR/BPN. Meskipun begitu, Nusron Wahid dipastikan tetap menjadi bagian dari Partai Golkar sebagai kader biasa yang berkomitmen terhadap visi dan misi partai.

Langkah Nusron ini juga dapat dilihat sebagai upaya untuk fokus pada tanggung jawabnya sebagai Menteri ATR/BPN, yang mana banyak menghadapi tantangan di sektor agraria dan pertanahan. Dalam menjalankan tanggung jawab tersebut, penting bagi Nusron untuk memastikan bahwa kementeriannya tetap berjalan efektif, meskipun ada dinamika politik yang terus berkembang.

Dengan adanya pengunduran diri ini, akan menarik untuk melihat bagaimana perkembangan selanjutnya dalam kepengurusan Partai Golkar, serta dampaknya terhadap kebijakan dan program kerja kementerian yang dipimpin oleh Nusron Wahid.

Gerindra Kalahkan PDIP dalam Survei Poltracking, Berikut Respons Sugiat Santoso

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *