Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mendorong penggunaan energi matahari sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan penerangan di lingkungan permukiman. Langkah ini terealisasi melalui inisiatif program PELITA (Penerangan Lingkungan Tenaga Surya), yang diluncurkan oleh Kuda Biru Project, pada Rabu malam.
Peluncuran program ini ditandai dengan pemasangan tiga lampu yang menggunakan tenaga surya di Lapangan Voli Petukangan Utara. Dengan adanya fasilitas penerangan ini, diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga serta aktivitas masyarakat saat malam hari, sekaligus meningkatkan kenyamanan warga dalam menggunakan fasilitas umum.
AHY menjelaskan bahwa lampu PELITA memanfaatkan energi yang dihasilkan dari sinar matahari yang diserap dan disimpan pada siang hari. Energi tersebut kemudian digunakan untuk menerangi pada malam hari. Menurutnya, teknologi ini merupakan salah satu alternatif energi bersih yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
“Ini juga bisa dikatakan energi yang bersih karena langsung dengan matahari. Ini adalah masa depan kita,” ungkap AHY.
Ketua Kuda Biru Project, Merry Riana, menyatakan bahwa program PELITA adalah bagian dari inisiatif kemanusiaan yang bertujuan untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Program ini melengkapi berbagai bantuan sosial yang sebelumnya telah diberikan kepada warga yang berada di bawah garis kemiskinan.
Merry menjelaskan bahwa penerapan program PELITA awalnya dimulai di satu lokasi di Jakarta Barat. Namun, atas arahan dari AHY, program ini berkembang hingga mencakup 25 lokasi yang tersebar di area Jakarta, Kepulauan Seribu, Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang Selatan.
menurut Merry, sistem penerangan berbasis tenaga surya ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas dengan lebih aman, khususnya di lingkungan yang memiliki tingkat pencahayaan yang minim. Teknologi ini juga tidak bergantung pada pasokan listrik dari PLN karena sepenuhnya menggunakan energi matahari.
AHY juga menyoroti pentingnya penerangan di gang-gang sempit serta fasilitas olahraga yang masih gelap saat malam hari. Dia berharap agar program PELITA dapat terus diperluas sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak kawasan permukiman di area Jabodetabek.
“Mudah-mudahan PELITA ini bisa semakin meluas dan bisa semakin menerangi pojok-pojok gang-gang sempit yang selama ini gelap, termasuk lapangan-lapangan olahraga,” tutup AHY.

Komentar