NASIONAL
Beranda / NASIONAL / Petrus Kasihiw, Eks Ketua DPW NasDem Papua Barat Daya, Pindah ke PSI Karena Jokowi

Petrus Kasihiw, Eks Ketua DPW NasDem Papua Barat Daya, Pindah ke PSI Karena Jokowi

Petrus Kasihiw, Eks Ketua DPW NasDem Papua Barat Daya, Pindah ke PSI Karena Jokowi

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) baru saja mengumumkan bahwa Petrus Kasihiw, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem di Papua Barat Daya, telah resmi bergabung ke dalam partai tersebut. Kini, ia diamanahi posisi sebagai Ketua DPW PSI untuk provinsi yang sama.

Dalam sebuah acara yang berlangsung di kantor DPP PSI, Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran Petrus dalam PSI. Ini disampaikan saat penyematan jaket PSI pada Senin (19/10/2026).

Ahmad Ali merasa bangga menyaksikan langkah yang diambil oleh Petrus. Ia menjelaskan bahwa keduanya telah saling mengenal sejak lama, saat mereka masih berada di partai yang sama sebelumnya.

“Rasa bangga tentu menghinggapi diri saya sebagai Ketua Harian PSI ketika Pak Petrus memutuskan bergabung dengan kami. Saya sudah mengenalnya cukup lama karena dulunya kami bertugas di partai sebelah,” ungkap Ali.

Ahmad Ali menekankan bahwa keputusan Petrus untuk bergabung dengan PSI bukanlah hasil dari ajakannya. Dia menyatakan bahwa Petrus yang lebih awal menghubunginya untuk menyampaikan niat bergabung, didasari oleh relasi baik yang terjalin saat mereka berdua masih di NasDem.

Survei Adidaya Institute: AHY Menko Terbaik dengan Kinerja 38,5 Persen

Petrus mengungkapkan bahwa sebelum bergabung dengan PSI, ia terlebih dahulu mengundurkan diri dari Partai NasDem. Salah satu alasan yang membuatnya tertarik untuk bergabung dengan PSI adalah karena sosok mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang ia anggap sebagai panutan.

“Setelah mempertimbangkan banyak hal, terutama figur Bapak Jokowi sebagai panutan, di mana saat itu beliau adalah presiden dan kami adalah bawahan beliau sebagai bupati, banyak hal positif yang telah dicapai beliau,” kata Petrus.

Pernyataan Petrus semakin menegaskan bahwa pengaruh Jokowi menjadi salah satu aspek penentu dalam keputusan politiknya. Meskipun demikian, ia tidak menjelaskan detail mengenai program atau kebijakan tertentu yang ikut memengaruhi pilihannya.

Bergabungnya Petrus menambah barisan kader baru di PSI yang berasal dari kalangan politisi yang sebelumnya aktif di partai lain. Penunjukannya sebagai Ketua DPW memberikan kesempatan bagi Petrus untuk memainkan peran strategis dalam mengkonsolidasikan organisasi PSI di Papua Barat Daya.

Sebelum menjadi bagian dari PSI, Petrus dikenal sebagai mantan Bupati Teluk Bintuni yang menjabat selama dua periode, sebuah pengalaman yang memperkaya rekam jejak politiknya di wilayah Papua Barat.

Ahmad Ali PSI Ungkap Alasan MK Menilai Ijazah Gibran sebagai Strategi Politik

Pada Pemilihan Gubernur 2024, ia mencalonkan diri sebagai gubernur di Papua Barat Daya. Namun, hasil laporan menunjukkan bahwa ia mendapatkan suara terbanyak kedua, sehingga gagal memenangkan kontestasi tersebut.

Setelah resmi bergabung dengan PSI, Petrus kini menjalani amanah sebagai Ketua DPW PSI di Papua Barat Daya. Posisi ini memberinya tanggung jawab besar untuk memperkuat struktur partai serta membangun dukungan politik di provinsi tersebut.

“Oleh karena itu, saya memutuskan untuk bergabung dengan PSI dan mengucapkan terima kasih banyak karena dipercayakan sebagai Ketua DPW PSI di Papua Barat Daya,” katanya.

Peralihan keanggotaan partai dan penunjukan kepengurusan baru ini menunjukkan langkah baru dalam perjalanan politik Petrus. Bagi PSI, kehadiran seorang mantan kepala daerah seperti Petrus merupakan tambahan kekuatan untuk memperluas jaringan dan konsolidasi partai di Papua Barat Daya.

Listyo Sigit Beri Tanggapan Terkait Kasus Penembakan Polisi di Pondok Cabe: “Saya Sudah Bukan Polisi”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *