DAERAH
Beranda / DAERAH / Herman Khaeron Dorong Solusi Hadapi Kemarau di Cirebon, dari Sumur Bor hingga Diversifikasi Pangan

Herman Khaeron Dorong Solusi Hadapi Kemarau di Cirebon, dari Sumur Bor hingga Diversifikasi Pangan

Herman Khaeron Dorong Solusi Hadapi Kemarau di Cirebon, dari Sumur Bor hingga Diversifikasi Pangan

ASPIRASIINDONESIA.COM Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sekaligus Anggota Komis VI DPR RI Fraksi Demokrat, Herman Khaeron, mengingatkan pemerintah desa dan masyarakat Kabupaten Cirebon untuk mengantisipasi dampak musim kemarau panjang.

Ia mendorong penyediaan sumber air alternatif agar petani tetap dapat berproduksi di tengah keterbatasan pasokan air.

Pesan tersebut disampaikan Herman saat melakukan kunjungan reses di Desa Sidamulya, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Kamis (15/10/2026).

Menurut Herman, kemarau panjang berpotensi menekan produktivitas pertanian dan meningkatkan risiko kerugian bagi petani.

Karena itu, pemerintah desa perlu mengambil langkah antisipatif, termasuk memanfaatkan teknologi pertanian dan mengusulkan bantuan sumur bor kepada kementerian maupun dinas terkait.

Terungkap! Boikot Produk Sinar Mas Makin Memanas Setelah Singapura Soroti Karhutla di Indonesia

“Musim kemarau sering disebut musim paceklik. Karena itu harus ada upaya agar petani tetap bisa berproduksi dan tidak mengalami kerugian,” kata Herman.

Ia juga menyoroti pemanfaatan sistem irigasi yang terhubung dengan Waduk Jatigede. Herman berharap distribusi air dari waduk tersebut dapat menjangkau lebih banyak lahan pertanian di wilayah Cirebon, sebagaimana upaya pengairan sawah di Indramayu.

Baca juga: Demokrat Belum Tentukan Capres 2029, Herman Khaeron: Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo

“Saya sudah berkomunikasi dengan BBWS Citarum untuk pengairan ribuan hektare sawah di Indramayu. Saya berharap wilayah Cirebon juga bisa memperoleh manfaat dari aliran air Waduk Jatigede,” ujarnya.

Selain mendorong penguatan irigasi, Herman mengajak masyarakat mengembangkan komoditas alternatif, seperti singkong.

Viral! Pengamen ‘Bandel’ Paksa Penumpang Angkot Terima Amplop, Polisi Ambil Tindakan!

Hasil panen tersebut dapat diolah menjadi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun industri kreatif sehingga membuka peluang pendapatan ketika budidaya padi terkendala kemarau.

Dalam kesempatan yang sama, Herman menyatakan akan mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia meminta masyarakat melaporkan dugaan penyimpangan, terutama apabila ditemukan pengurangan porsi atau penurunan kualitas makanan bagi penerima manfaat.

“Jangan sampai ada korupsi dengan mengurangi menu atau kualitas makanan. Saya akan mengawal program Presiden Prabowo agar berjalan maksimal sehingga kebutuhan gizi masyarakat benar-benar terpenuhi,” tegasnya.

Herman juga menjanjikan bantuan gerobak usaha bagi pelaku UMKM serta dana Rp50 juta untuk pemerintah Desa Sidamulya.

Pria Terekam Masturbasi di Depan Perempuan di Tangsel, Polisi Masih Tunggu Laporan! Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Bantuan tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan untuk renovasi fasilitas umum maupun pembangunan sumur bor.

Baca juga: Optimalisasi Cadangan Minyak Rokan Hulu: Usulan Herman Khaeron untuk Meningkatkan Lifting

Ia berharap dukungan tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau sekaligus memperkuat kegiatan ekonomi desa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *