Aksi yang dilakukan oleh puluhan orang yang bergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak (ARIB) di depan kediaman Presiden Joko Widodo telah menarik perhatian banyak pihak. Mereka serentak mengekspresikan pendapatnya mengenai relasi antara Jokowi dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada tanggal 10 September 2026.
Massa ARIB mengusung poster-poster berisi kritik tegas terhadap Jokowi. Salah satu poster menuliskan “Jokowi Perusak PDI-P”, yang seketika itu juga mengundang tanggapan dari Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama.
Dian memberikan respon terhadap aksi ARIB lewat media sosial. Ia menyoroti poster yang menyebut Jokowi sebagai pengganggu PDIP. Dalam pandangannya, tuduhan tersebut perlu diteliti kembali dengan mempertimbangkan posisi PDIP yang masih memiliki pengaruh besar di parlemen.
“PDIP masih berdiri sebagai Parpol dengan kursi Senayan terbanyak, kok mereka tulis Jokowi perusak PDIP,” ungkap Dian, yang dilansir dari sumber berita terkemuka.
Lebih lanjut, Dian mempertanyakan situasi internal PDIP yang mendasari munculnya narasi tersebut. Ia berpendapat bahwa label itu harus dicocokkan dengan kondisi nyata partai berbasis banteng moncong putih tersebut.
“Emang udah rusak?” ujarnya menambahkan untuk menekankan pertanyaannya.
Komentar Dian ini menjadikan poster yang dibawa oleh massa ARIB sebagai salah satu sorotan utama dalam aksi di sekitar kediaman Jokowi.
Aksi ARIB berlangsung di lokasi yang strategis. Massa memegang surat peringatan dan sebuah plakat yang ditujukan kepada Jokowi. Karena tidak bisa menyerahkan secara langsung, petugas dari Paspampres yang berada di sekitar lokasi menerima surat dan plakat tersebut atas nama presiden.
Selain itu, massa turut memasang berbagai poster yang menampilkan beragam kritik. Beberapa di antaranya bertuliskan “Jokowi Jongos Oligarki,” “Jokowi Power Syndrome,” “Jokowi dan Dinasti Haus Kuasa,” “Bubarkan Geng Solo dan Dinasti Jokowi,” “Jokowi Melanggar Konstitusi,” hingga “Jokowi Pembohong.”
Poster “Jokowi Perusak PDI-P” khususnya menjadi perbincangan hangat yang meramaikan media sosial.
Tidak hanya sekadar aksi damai, situasi di lapangan sempat memanas ketika massa ARIB bergerak menuju daerah lain dan berhadap-hadapan dengan sekelompok orang yang dikenal sebagai pendukung Jokowi. Ketegangan ini menarik perhatian aparat keamanan yang bertugas untuk mencegah terjadinya bentrokan antara kedua kelompok tersebut. Setelah keadaan kembali kondusif, massa melanjutkan penyampaian aspirasi mereka.
Aksi ini menunjukkan dinamika politik yang berlaku di Indonesia saat ini, khususnya terkait dengan hubungan antara pemerintah dan partai politik. Adanya sorotan seperti ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan serta akuntabilitas dalam pemerintahan.

Komentar