NASIONAL
Beranda / NASIONAL / Mengenal Alfatih Timur, Pendiri Kitabisa: Siapa Pemilik Platform Penggalangan Dana untuk Korban Bencana?

Mengenal Alfatih Timur, Pendiri Kitabisa: Siapa Pemilik Platform Penggalangan Dana untuk Korban Bencana?

Mengenal Alfatih Timur, Pendiri Kitabisa: Siapa Pemilik Platform Penggalangan Dana untuk Korban Bencana?

Kitabisa telah menjadi salah satu platform penggalangan dana terkemuka di Indonesia, dikenal luas oleh masyarakat. Melalui penerapan teknologi digital, platform ini menghubungkan individu yang membutuhkan bantuan dengan para dermawan, khususnya dalam berbagai inisiatif kemanusiaan saat bencana melanda.

Di balik kesuksesan Kitabisa, terdapat sosok bernama Alfatih Timur, yang lebih akrab dipanggil Timmy. Ia adalah pendiri sekaligus CEO Kitabisa.com. Perjalanan Kitabisa dimulai dari sebuah gerakan sosial yang dicanangkan oleh Alfatih pada tahun 2013 ketika ia masih berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Indonesia.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Kitabisa, terungkap bahwa gagasan pembentukannya berakar dari pengalaman Alfatih dalam melibatkan diri dalam kegiatan sosial dan tantangan yang dihadapinya untuk menghubungkan program-program masyarakat dengan sumber dana yang ada. Kitabisa pun mulai beroperasi secara online pada tahun 2014, kemudian berkembang menjadi platform penggalangan dana yang mampu menjangkau segmen yang lebih luas.

Alfatih, seorang lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, sebelumnya aktif dalam beragam kegiatan kemahasiswaan dan gerakan sosial. Pengalaman ini menjadi landasan yang kuat dalam merancang model penggalangan dana berbasis teknologi yang kini dikenal banyak orang.

Kitabisa tidak hanya berfungsi sebagai situs untuk mengumpulkan donasi. Platform ini juga memiliki struktur hukum yang jelas, dilengkapi dengan Yayasan Kita Bisa, yang mengatur aktivitas penggalangan dana serta badan hukum berbentuk perseroan terbatas untuk pengembangan teknologi. Yayasan ini juga memegang izin Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) yang diterbitkan oleh Kementerian Sosial, sehingga aktivitasnya terlaksana dengan legalitas yang terjamin.

Jokowi Jelaskan Riwayat Pendidikan Gibran di Tengah Isu Syarat Cawapres

Salah satu kekuatan utama Kitabisa adalah kemampuannya dalam menggerakkan donasi ketika masyarakat berada dalam kondisi darurat. Penggalangan dana dapat dilakukan untuk berbagai kepentingan, mulai dari bantuan sosial, kesehatan, hingga penanganan bencana alam.

Contoh nyata dari kontribusi Kitabisa terlihat pada beberapa aksi kemanusiaan yang melibatkan kreator konten, Ferry Irwandi. Pada bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatra di akhir 2025, penggalangan dana melalui Kitabisa yang diinisiasi Ferry berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp10 miliar. Menurut laporan dari Kompas, dana sebesar Rp10,3 miliar tersebut kemudian disalurkan untuk membantu para korban yang terdampak.

Kolaborasi serupa juga tampak dalam penanganan gempa yang mengguncang Flores pada tahun 2026. Data dari penyaluran Kitabisa menunjukkan bahwa terdapat ekspedisi yang dilakukan bersama Ferry Irwandi dengan total penyaluran mencapai Rp260,05 juta untuk salah satu rangkaian bantuan karhutla di Kalimantan. Sementara itu, untuk penggalangan dana yang diperuntukkan bagi korban gempa Flores, laporan mencatat angka sekitar Rp4 miliar yang berhasil dikumpulkan oleh Ferry dan tim Kitabisa.

Dalam menangani pengelolaan donasi, Kitabisa menempatkan transparansi sebagai aspek yang sangat penting. Setiap penggalangan dana melalui platform ini menjalani proses verifikasi yang ketat, meliputi pemeriksaan identitas, cerita, serta dokumen pendukung. Selain itu, Kitabisa juga memberikan informasi yang jelas mengenai penggunaan dana serta pembaruan kepada para donatur tentang penyaluran bantuan yang telah dilakukan.

Secara keseluruhan, Kitabisa telah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya gotong royong di Indonesia, membuktikan bahwa dengan teknologi yang tepat, setiap individu dapat berkontribusi dalam membantu mereka yang membutuhkan. Dengan terus berkembangnya platform ini, diharapkan akan semakin banyak orang yang terlibat dalam aksi-aksi sosial demi kemanusiaan.

Perbandingan Antara Klaim dan Realita: Karhutla Kalbar-Kalteng, Dampak Air Asin, Pendidikan Daring, dan Kualitas Udara Berbahaya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *