Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen untuk menjadikan keterampilan vokasi sebagai salah satu pilar pemulihan ekonomi masyarakat yang terkena dampak bencana di Sumatera. Salah satu inisiatif yang diambil adalah penyelenggaraan pelatihan menjahit pakaian ready to wear yang berlangsung di Banda Aceh.
Pelatihan ini dilaksanakan oleh Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif. Acara yang diadakan pada Rabu, 19 Agustus 2026 ini merupakan bagian integral dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang bertujuan untuk memulihkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Afriansyah Noor, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, mengungkapkan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki infrastruktur fisik yang rusak. Menurutnya, perhatian terhadap pemulihan mata pencaharian, kegiatan usaha, serta peningkatan produktivitas masyarakat juga menjadi sangat krusial.
“Bencana tidak hanya meninggalkan dampak terhadap infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi, mata pencaharian, usaha masyarakat, dan produktivitas tenaga kerja,” jelas Afriansyah. Dengan kata lain, pemulihan yang komprehensif harus menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Afriansyah menambahkan bahwa keterampilan menjahit memiliki potensi untuk dikembangkan dalam sektor ekonomi kreatif, terutama dengan kekayaan budaya, motif, serta kerajinan yang dimiliki oleh Aceh. Semua ini berpotensi menjadi keunggulan dalam dunia fesyen yang semakin berkembang.
Sebagai langkah strategis, pelatihan tersebut tidak hanya fokus pada kemampuan produksi, tetapi juga pada aspek kualitas, desain, tren pasar, identitas produk, serta penentuan harga yang kompetitif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar kementerian guna menghubungkan keterampilan peserta dengan potensi ekonomi lokal yang ada.
“Potensi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kompetensi. Kita tidak cukup hanya menghasilkan produk yang bagus, tetapi harus mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan diterima konsumen,” tegas Afriansyah. Seiring dengan pelatihan ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan kemampuan mereka sehingga dapat bersaing di pasar.
Dia juga berharap bahwa keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini bisa bertransformasi menjadi usaha produktif yang akan menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi para peserta. “Dari keterampilan menjadi produk, dari produk menjadi usaha, dari usaha menjadi pendapatan, dan dari pendapatan menjadi kemandirian ekonomi,” ujarnya. Harapannya, dengan keterampilan yang tepat, masyarakat bisa bangkit dan mengembangkan usaha yang menjanjikan.

Komentar