KABAR KABINET
Beranda / KABAR KABINET / Menteri Ekraf Teuku Riefky Dukung Penggunaan Blockchain untuk Memperkuat Kekayaan Intelektual Ekonomi Kreatif Indonesia

Menteri Ekraf Teuku Riefky Dukung Penggunaan Blockchain untuk Memperkuat Kekayaan Intelektual Ekonomi Kreatif Indonesia

Menteri Ekraf Teuku Riefky Dukung Penggunaan Blockchain untuk Memperkuat Kekayaan Intelektual Ekonomi Kreatif Indonesia

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengajak para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia untuk memanfaatkan teknologi blockchain guna memperkuat pengelolaan kekayaan intelektual (KI) serta menciptakan inovasi bisnis yang baru. Hal ini disampaikan ketika beliau menjadi keynote speaker pada Indonesia Blockchain Week (IDBW) Summit 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Teuku Riefky menekankan bahwa blockchain memiliki relevansi yang tinggi dengan potensi besar yang dimiliki talenta kreatif di Indonesia. Menurutnya, teknologi ini tidak hanya menawarkan peluang baru, namun juga berfungsi sebagai bagian integral dari ekosistem yang mampu memperkuat kekayaan intelektual, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan nilai ekonomi yang lebih bagi masyarakat.

“Blockchain bukan hanya sebagai peluang teknologi baru, tetapi menjadi bagian dari ekosistem yang memperkuat IP, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat,” ungkapnya.

Penggunaan teknologi ini sejalan dengan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) yang ditetapkan untuk periode 2026-2045, yang berfokus untuk memperluas cakupan ekonomi kreatif dari 17 menjadi 21 subsektor. Rindekraf juga mencakup adopsi teknologi baru seperti AI, blockchain, Internet of Things (IoT), Web3, serta cybersecurity.

Teuku Riefky menegaskan keinginan pemerintah agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasar teknologi, tetapi juga mampu menjadi negara penghasil solusi digital yang berkualitas tinggi dan kekayaan intelektual yang diakui secara global. Dalam pandangannya, ekosistem blockchain dapat membuka akses terhadap skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual, serta memperkuat hak kepemilikan, lisensi, dan sistem royalti bagi para kreator.

Kasus Suap HGB Bergulir, Desakan agar Nusron Wahid Diperiksa Menguat

Untuk mendukung pengembangan ekosistem ini, Kementerian Ekraf berkomitmen untuk memperkuat perlindungan kekayaan intelektual, mengembangkan talenta kreatif, menyediakan akses pembiayaan, dan melibatkan sebanyak 64 IP Valuators untuk meningkatkan nilai karya-karya kreatif yang ada di tanah air.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, juga memberikan pandangannya mengenai potensi blockchain. Ia menyatakan bahwa teknologi ini mampu mempercepat proses transformasi digital nasional dengan memberikan tata kelola data yang lebih transparan, yang pada gilirannya mendukung pembangunan ekonomi secara lebih luas.

“Blockchain dapat menjadi bagian dari transformasi digital dan memberi dampak nyata bagi pembangunan nasional,” kata Rachmat Pambudy.

IDBW Summit 2026 berlangsung selama dua hari, dari tanggal 12 hingga 13 Agustus, dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, investor, startup, serta akademisi. Agenda utama summit ini adalah membahas pengembangan ekonomi digital, Web3, tokenisasi, dan teknologi finansial yang semakin berkembang.

Melalui acara ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antara berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia, sekaligus mendorong adopsi teknologi terkini dalam sektor-sektor terkait.

Gibran Dapat Gugatan ke MK: Siapa yang Akan Dipilih Jika Jabatan Wapres Kosong?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *