Harta kekayaan Destry Damayanti menarik perhatian publik seiring dengan pencalonannya sebagai satu-satunya kandidat Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Perry Warjiyo. Destry bukanlah wajah asing di lingkungan bank sentral; sebelumnya, ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan kini menempati posisi sebagai pejabat sementara Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada 27 Juli 2026.
Saat masa pencalonannya sebagai Gubernur BI yang definitif berlangsung, laporan mengenai jumlah harta kekayaan Destry menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pun menjadi sorotan.
Dari data LHKPN yang diajukan pada 19 Maret 2026 untuk periode tahun 2025, Destry dilaporkan memiliki total kekayaan yang mencapai Rp100.236.436.493, yang setara dengan Rp100,2 miliar. Angka tersebut mencerminkan total kekayaan setelah dikurangi semua utang yang dimilikinya.
Mayoritas kekayaan Destry bersumber dari kepemilikan tanah dan bangunan. Dalam laporan LHKPN, Destry tercatat memiliki 12 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai daerah, antara lain Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Tangerang, dan Serang. Total nilai dari keseluruhan properti ini diketahui mencapai Rp57.107.500.000.
Properti miliknya ini memberikan kontribusi signifikan terhadap total kekayaan yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Di samping properti, Destry juga memiliki koleksi kendaraan yang mencakup berbagai jenis alat transportasi. Beberapa kendaraan yang terdaftar dalam LHKPN meliputi Hyundai Ioniq 5 keluaran 2023, dan BYD Seal yang diproduksi tahun 2024. Dia juga melaporkan kepemilikan sepeda motor Vespa Sprint S 150 tahun 2024.
Selanjutnya, koleksi kendaraan Destry juga mencakup tiga unit sepeda, yaitu Litespeed Road Bike tahun 2020, Dahon, sepeda lipat tahun 2020, serta Pacific, sepeda lipat listrik tahun 2021. Nilai total untuk alat transportasi dan mesin yang dilaporkan Destry mencapai Rp1.077.500.000.
Kekayaan Destry juga ditunjang oleh harta bergerak lainnya beserta investasi dalam bentuk surat berharga. Dalam LHKPN, nilai dari harta bergerak lainnya tercatat sebesar Rp12.364.262.000. Selain itu, Destry memiliki surat berharga dengan nilai yang mencapai Rp15.231.553.626.
Komponen-komponen ini menjadi bagian penting yang melengkapi total kekayaan Destry, selain dari tanah dan bangunan. Dengan posisi barunya yang mungkin akan semakin berpengaruh, publik terus memperhatikan perkembangan kekayaan serta aset yang dimiliki oleh Destry.
Komentar