ASPIRASIINDONESIA.COM Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo hanya memperoleh 0,5 persen suara dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) mengenai menteri dengan kinerja terbaik di Kabinet Merah Putih.
Hasil yang dirilis pada Sabtu (24/10/2026) itu menempatkan Dody dalam kelompok dengan tingkat keterpilihan terendah bersama tiga menteri lainnya.
Ketiga menteri tersebut adalah Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Mereka masing-masing memperoleh 0,5 persen suara.
Perolehan itu juga berada di bawah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara, yang masing-masing mendapatkan 0,9 persen.
Survei tersebut mengukur persepsi responden mengenai menteri yang dinilai bekerja paling baik.
Karena itu, rendahnya suara yang diperoleh Dody tidak otomatis mencerminkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap seluruh program Kementerian PU.
Baca juga: Tak Mampu Atasi Kelangkaan BBM, Bahlil Masuk Kategori Menteri dengan Kinerja Terburuk!
Gaya Kepemimpinan di Lapangan Disorot
Hasil survei ini muncul di tengah perhatian publik terhadap gaya kepemimpinan Dody, terutama saat melakukan inspeksi dan menegur bawahannya.
Pada 26 September 2026, Dody meninjau kawasan persawahan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dalam kunjungan itu, ia terekam meluapkan kemarahan melalui sambungan telepon setelah menemukan persoalan irigasi yang menyebabkan lahan pertanian mengalami kekeringan.
Rekaman tersebut kemudian beredar di media sosial. Dody terdengar melontarkan kata-kata kasar kepada jajaran yang dinilainya lamban menangani persoalan di lapangan.
Sebelumnya, pada April 2026, Dody juga menegur keras bawahannya ketika melakukan inspeksi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Ia menyampaikan ketidakpuasan terhadap penjelasan pelaksanaan proyek dan sempat mengungkapkan keinginan untuk menonjok pejabat yang dianggap tidak menjalankan arahan.
Meski demikian, belum ada data yang membuktikan bahwa kedua peristiwa tersebut memengaruhi pilihan responden dalam survei IPO.
Metodologi Survei
IPO melaksanakan survei pada 12–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia.
Penelitian menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Responden ditanya, “Menurut Bapak, Ibu, nama-nama menteri manakah di bawah ini yang bekerja paling baik?”
Baca juga: 3 Bulan Karhutla Tak Kunjung Padam, DPR Desak Menhut Raja Juli Mundur
Dengan pertanyaan tersebut, hasil survei menggambarkan pilihan responden terhadap menteri yang dianggap berkinerja terbaik, bukan penilaian menyeluruh atas seluruh program kementerian.

Komentar