NASIONAL POLHUKAM
Beranda / POLHUKAM / Kapolri Suyudi Ario Seto dan Rekam Jejak Pengungkapan 2,6 Ton Narkotika di Selat Malaka

Kapolri Suyudi Ario Seto dan Rekam Jejak Pengungkapan 2,6 Ton Narkotika di Selat Malaka

Kapolri Suyudi Ario Seto dan Rekam Jejak Pengungkapan 2,6 Ton Narkotika di Selat Malaka

ASPIRASIINDONESIA.COM Pengungkapan penyelundupan 2,6 ton narkotika cair di perairan Karimun, Kepulauan Riau, menjadi salah satu kasus besar yang ditangani Badan Narkotika Nasional (BNN) di bawah kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto yang sekarang menjadi Kapolri.

Dalam operasi gabungan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polda Kepulauan Riau, petugas menyergap kapal MV Ocean Porter pada 17 Agustus 2026.

Dari operasi tersebut, aparat mengamankan 2,6 ton cairan yang teridentifikasi mengandung metamfetamina serta 10 awak kapal berkewarganegaraan asing.

Jenderal Suyudi menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari hasil analisis terhadap pergerakan kapal yang dinilai tidak lazim.

Kapal tersebut diketahui beberapa kali berganti nama sebelum akhirnya menggunakan nama MV Ocean Porter.

Survei IPO 2026: Persaingan Ketat PDIP dan Golkar, Demokrat Ungguli PKS dan Dekati PAN

“Berawal dari ketajaman informasi yang didapatkan oleh tim analis antara Ditintelijen BNN RI dan Ditjen Bea Cukai, kami mendeteksi adanya anomaly record pada kapal Rain Maker sejak Desember 2025,” kata Suyudi dalam konferensi pers di Batam, Jumat (21/8/2026).

Baca juga: Beri Contoh Teladan, Kapolri Suyudi Hentikan Pidato Saat Azan Berkumandang di Aceh

Menurut Suyudi, jalur pelayaran di Selat Malaka dan perairan Kepulauan Riau menjadi perhatian serius karena merupakan kawasan strategis yang berpotensi dimanfaatkan jaringan narkotika internasional.

Tim gabungan kemudian melakukan pemantauan terhadap pergerakan kapal hingga akhirnya melaksanakan penyergapan di perairan Karimun.

Selain narkotika cair, petugas turut menemukan 1,57 juta batang rokok ilegal asal China.

Tak Kelihatan Kerja, Survei IPO: 71 Persen Tidak Puas terhadap Kinerja Gibran Sebagai Wapres

Suyudi menegaskan bahwa pengungkapan tersebut tidak sekadar berkaitan dengan jumlah barang bukti yang disita, tetapi juga upaya mencegah peredaran narkotika dalam skala besar.

“Pengungkapan ini bukanlah sekadar angka statistik, melainkan penyelamatan nyawa manusia dalam skala yang sangat masif,” ujarnya.

Selain kasus tersebut, pada September 2025, Suyudi juga disebut memimpin pengungkapan 11 jaringan narkotika lintas wilayah saat menjabat Kepala BNN.

Rincian mengenai jaringan yang diungkap dan barang bukti dalam kasus-kasus tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi lembaga terkait.

Baca juga: Kapolri Suyudi Lakukan Perombakan Bareskrim Polri, Siapa Pejabat Baru yang Dilantik?

Massa Aksi di Rumah Jokowi Tuntut Gibran Mundur dari Jabatan Wakil Presiden

Rangkaian penindakan itu menjadi bagian dari upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika melalui kerja sama lintas instansi, penguatan intelijen, dan pengawasan jalur penyelundupan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *