KABAR KABINET
Beranda / KABAR KABINET / Kementerian PUPR Targetkan Pembangunan Bendali Hulu Sungai Ampal Selesai Desember 2026

Kementerian PUPR Targetkan Pembangunan Bendali Hulu Sungai Ampal Selesai Desember 2026

Kementerian PUPR Targetkan Pembangunan Bendali Hulu Sungai Ampal Selesai Desember 2026

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaksanakan serangkaian upaya untuk mengendalikan banjir di kawasan Kalimantan Timur, khususnya melalui proyek pembangunan Bendali Hulu Sungai Ampal. Proyek ini merupakan bagian integral dari strategi pengendalian banjir di daerah setempat yang dirancang untuk menampung dan mengatur aliran air dari hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal.

Proyek ini bertujuan untuk mengurangi risiko banjir yang dapat membahayakan pemukiman penduduk, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Dengan lokasi geografis Balikpapan yang berada di pesisir timur Pulau Kalimantan dan dikelilingi oleh wilayah berbukit, pengaturan aliran Sungai Ampal menjadi hal yang sangat penting. Terlebih lagi, banyak saluran drainase yang ada memiliki kapasitas tampung terbatas saat menghadapi hujan yang deras, yang kerap menyebabkan banjir.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa tujuan pembangunan infrastruktur bukan hanya untuk meningkatkan konektivitas, tetapi juga untuk memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk pengendalian banjir dan penataan lingkungan sekitar. “Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Dody.

Bendali Hulu Sungai Ampal direncanakan sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir Sungai Ampal yang terintegrasi. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir hingga 15,70% yang mencakup area seluas sekitar 40 hektare di wilayah hilir. Kehadirannya bukan saja untuk melengkapi infrastruktur pengendalian banjir yang telah ada tetapi juga untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan aliran air di Sungai Ampal.

Sistem pengendalian banjir ini tidak hanya bergantung pada bendali, melainkan juga mencakup pembangunan tanggul, sistem pompa, peningkatan kapasitas saluran, serta penanganan di kawasan muara. Di wilayah tersebut, proyek ini akan melengkapi beberapa bendali sebelumnya seperti Bendali Wonorejo, Bendali III, dan Bendali IV.

Aksi Marah ke Bawahan Viral, Survei IPO: Menteri PU Masuk Kategori Menteri Kinerja Terburuk!

Kementerian PU, melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda, juga melakukan berbagai pekerjaan tambahan yang bertujuan untuk mengurangi risiko banjir di daerah tersebut. Proyek Bendali Hulu Sungai Ampal dikerjakan oleh kontraktor PT Aura Sinar Baru dengan pembiayaan dari APBN Tahun Anggaran 2026 yang mencapai Rp46,56 miliar. Pekerjaan dimulai setelah penandatanganan kontrak pada 26 Maret 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu 270 hari kalender, sehingga akan rampung pada 21 Desember 2026. Hingga 27 Oktober 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai angka 62%.

Bendali ini dibangun di lahan seluas 9,8 hektare, tepatnya berada di belakang Pasar Segar di Kota Balikpapan. Di harapkan, infrastruktur ini akan mampu menampung aliran air yang berasal dari wilayah Balikpapan Utara dan Jalan MT Haryono, termasuk aliran dari tiga saluran utama: Strat 3, Sumberejo, dan Depsos Bawah.

Selain memfasilitasi pengendalian banjir, kawasan Bendali Hulu Sungai Ampal juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau (RTH) bagi masyarakat. Pemerintah setempat berencana menambah fasilitas pendukung, seperti jogging track, sehingga area tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik yang nyaman dan tempat rekreasi bagi keluarga. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya berfungsi sebagai struktur pengendali banjir tetapi juga akan memberikan nilai tambah dalam hal kualitas kehidupan masyarakat.

Presiden Prabowo Ajak BRIN Segera Terapkan Riset, Limbah Sawit Bisa Hasilkan Listrik 3,9 GW

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *