Gagalnya peluang Dean Zandbergen memperkuat Timnas Indonesia mengarah pada perhatian kembali terhadap sejumlah pemain keturunan Indonesia yang sedang berkarier di Eropa. Setidaknya empat nama menjadi fokus, yaitu Pascal Struijk, Jayden Oosterwolde, Jenson Seelt, dan Demiane Agustien.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sebelumnya mengklarifikasi bahwa Zandbergen tidak memenuhi ketentuan FIFA terkait garis keturunannya, yang berasal dari buyut. Situasi ini menunjukkan bahwa kesempatan bagi pemain diaspora untuk membela skuad Garuda tidak hanya bergantung pada kemampuan mereka di lapangan, tetapi juga pada syarat kewarganegaraan serta regulasi internasional dalam sepak bola.
Berikut ini adalah empat pemain keturunan yang patut dicermati oleh PSSI, dengan catatan bahwa kelayakan mereka harus diperiksa melalui dokumen dan aturan yang berlaku.
Pascal Struijk, lahir pada 11 Agustus 1999, merupakan seorang bek tengah yang memiliki garis keturunan Indonesia dari kakek dari pihak ibunya. Dia berpindah dari Leeds United ke Brighton & Hove Albion di Premier League pada musim panas 2026.
Pengalaman Struijk di kompetisi papan atas Inggris menjadikannya sosok menarik untuk dibahas dalam konteks penguatan lini belakang Timnas Indonesia. Akan tetapi, memiliki latar belakang keturunan tidak serta merta menjamin seseorang memenuhi syarat untuk membela Indonesia. PSSI harus melakukan pemeriksaan terhadap dokumen silsilah dan status kewarganegaraan serta ketentuan FIFA yang relevan.
Jayden Oosterwolde adalah pemain bertahan yang saat ini bermain untuk Fenerbahce di Turki. Ia memiliki fleksibilitas bermain sebagai bek kiri maupun bek tengah serta memiliki keturunan Indonesia dari ibu, sementara ayahnya berasal dari Suriname.
Oosterwolde pernah dipertimbangkan untuk membela Timnas Indonesia maupun Suriname. Namun, ia juga pernah mengungkapkan keinginannya untuk memperkuat tim nasional Belanda. Peluangnya untuk bergabung dengan salah satu tim nasional tersebut akan sangat bergantung pada pemenuhan syarat administratif serta keputusan pribadinya, selain juga ketentuan terkait perpindahan asosiasi yang mungkin berlaku.
Jenson Seelt, bek tengah yang lahir pada 23 Mei 2003, bergabung dengan Swansea City melalui peminjaman dari Sunderland pada Agustus 2026. Sebelumnya, ia pernah menimba ilmu di akademi PSV Eindhoven dan menjalani peminjaman di Wolfsburg, Jerman.
Keterkaitan Seelt dengan Indonesia berasal dari hubungan keluarga melalui ibunya, di mana kakeknya diketahui berasal dari Itawaka, Maluku. Postur tubuhnya yang tinggi memberikan potensi tambahan dalam duel udara. Namun, perlu diperhatikan bahwa riwayat penampilannya di tingkat tim nasional kelompok usia Belanda harus dipertimbangkan untuk mengevaluasi apakah ia memenuhi syarat jika ingin berpindah asosiasi.
Demiane Agustien menjadi perhatian sebagai salah satu talenta muda menarik. Pemain berusia 19 tahun ini saat ini berada di Arsenal U-21 dan mampu bermain di posisi sayap.
Agustien memiliki keturunan Indonesia dari pihak ibunya, dengan neneknya yang dilaporkan lahir di Jakarta. Pada 13 Oktober 2026, Staf Khusus Menteri Hukum Noor Korompot mengungkapkan bahwa tim hukum PSSI sedang menyelidiki kemungkinan naturalisasi pemain muda ini.
Namun, penting untuk dicatat bahwa Agustien memiliki catatan bermain di tim kelompok usia Curacao dan Belanda. Statusnya serta kemungkinan perpindahan asosiasi harus dianalisis sesuai dengan regulasi FIFA terlebih dahulu sebelum menentukan peluangnya untuk membela Timnas Indonesia.

Komentar